AA Gym Angkat Bicara Soal Iriawan Sebagai Pj Gubernur Jabar



REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat Komjen Pol M Iriawan bersilaturahim ke Pondok Pesantren Daarut Tauhid, pimpinan Abdullah Gymnastiar (Aa Gym) di Bandung, Rabu (20/6). Aa Gym pun menitipkan pesan kepada Iriawan dalam bertugas sebagai Pj Gubernur.



Usai shalat berjamaah dan berbincang selama 15 menit, Aa Gym menyampaikan rasa syukurnya terhadap Iriawan yang kini memiliki amanah besar dalam memimpin Jabar dalam beberapa bulan ke depan. "Alhamdulillah, saya bersyukur rupanya beliau dilantik kemarin dan hari pertama berkunjung ke pesantren untuk bersilaturahim. Saya sangat menghargai bagaimana yang diberi amanat di Jabar ini berkenan hadir ke pesantren," ujar Aa Gym usai pertemuan.



Aa Gym mengaku kenal dekat dengan Iriawan bahkan sebelum menjadi Kapolda Jabar. Ia menitipkan pesan untuk selalu membawa kebaikan kepada warganya dan menjadi pemimpin yang adil dalam segala sesuatu.



"Kalau ikhlas menjalankan amanah ini sebaik-baiknya insya Allah, Allah akan melindungi. Semoga adil, amanah, dan selalu dekat dengan ulama," katanya.



Menurut Aa Gym, menjadi Pj Gubernur Jabar hanya bersifat sementara di dunia. Ia mengingatkan pertanggungjawaban seseorang pemimpin kelak di akhirat yang akan lebih berat ketimbang di dunia. "Saya percaya beliau. Beliau akan jaga sebaik-baiknya amanah ini. Beliau tidak ingin mengecewakan keluarganya, orang tuanya, orang Bandung dan kariernya juga tidak ingin diakhiri dengan hal tidak baik," katanya.



Sementara itu, Iriawan mengaku silaturahim dengan para ulama merupakan suatu kebiasaannya. Tak hanya meminta dukungan semata, juga saran-saran serta masukan agar bisa menjadi pemimpin yang amanah.



"Tadi kami diskusi. Kebetulan juga kami satu SMA dulu. Saya ingat pesannya bahwa pertanggungjawaban di akhirat lebih berat. Apalagi saya disumpah pakai Al Quran saat pelantikan. Yang jelas kami ingin minta bantuan dari ulama khususnya urusan pilkada agar sukses tanggal 27 Juni nanti," katanya.




Sumber : Antara

Said Ajak Mencintai Indonesia Seperti Bung Karno



REPUBLIKA.CO.ID, BLITAR - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siraj meminta kepada seluruh elemen masyarakat untuk mengikuti jiwa Presiden pertama RI, Ir Sukarno, yang mencintai Indonesia dengan pikiran dan tindakan, yang konsisten dan sepenuh hati.




Hal ini disampaikan Kiai Said usai mengikuti tahlil dan ziarah di Makam Bung Karno dalam rangkaian Haul Bung Karno ke-48, Rabu (20/6). Kiai Said menyebut, mengikuti rangkaian di Haul Bung Karno bagi dirinya adalah bagian dari ibadah dan rasa cinta kepada Tanah Air Indonesia.



"Jadi, momen yang bisa dipetik di Haul Bung Karno ini sangat banyak. Di era media sosial yang dipenuhi dengan kebencian, permusuhan, dan adu domba, pemikiran dan tindakan Bung Karno sangat kita butuhkan. Yaitu pemikiran yang tulus mencintai Indonesia, tindakan yang membela keutuhan bangsa apapun risikonya,” kata Kiai Said dalam siaran persnya, Rabu (20/6).



Kiai Said mengingatkan potensi perpecahan Indonesia seperti halnya negara-negara di Timur Tengah. Indonesia beruntung memiliki Bung Karno yang mampu menjahit nilai-nilai nasionalisme dan religiusitas.



“Pada diri Bung Karno kita bisa menemukan bahwa antara rasa kebangsaan dan ketaatan pada agama tidaklah bertentangan. Tugas kita tinggal meneruskan, membangun, mengisi kemerdekaan ini," ungkapnya.



Sementara itu, sejumlah tokoh nasional tampak hadir berziarah di makam Bung Karno. Antara lain, putri Bung Karno sekaligus presiden ke5 Megawati Soekarnoputri, sejumlah menteri, Calon Gubernur Saifullah Yusuf, cucu Bung Karno sekaligus Calon Wakil Gubernur Jawa Timur Puti Guntur Soekarno, Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar, serta Mahfud MD dari BPIP (Badan Pembinaan Ideologi Pancasila).



Puluhan kiai sepuh juga hadir dalam rangkaian Haul Bung Karno, di antaranya KH Zainuddin Jazuli dan KH Nurul Huda Jazuli pengasuh Pesantren Ploso, Kediri; KH Anwar Iskandar, Pengasuh Pesantren Al Amin Kediri, KH Miftachul Ahyar; Pengasuh Pesantren Miftachussunnah Surabaya; serta sejumlah Kiai lainnya.



Tahlil dan doa dalam ziarah ke Makam Bung Karno kali ini dipimpin langsung oleh KH Said Aqil Siradj. Usai tahlil, para tokoh dan Kiai lantas menaburkan bunga ke Makam Bung Karno.

Bocah Korban Pelemparan Batu di Depok Masih Takut Trauma Orang




KOMPAS.com - Peristiwa pelemparan batu oleh orang tak dikenal pada Jumat (15/6/2018) malam, memengaruhi kondisi psikis RA (9). Bocah tersebut menjadi takut untuk bertemu orang baru.

"Dia jadi takut bertemu orang baru. Dia juga takut bertemu dokter karena dia harus disuntik berkali-kali," ujar HP, ayah RA, saat dihubungi Kompas.com, Rabu (20/6/2018).

HP beserta istrinya selalu mendampingi RA. Kondisi RA juga sudah mulai membaik.

Dia baru saja menjalani operasi bedah plastik pada Senin (18/6/2018), karena dia mengalami patah tulang pipi dan hidung.

HP menyerahkan sepenuhnya kepada polisi soal pelaku yang telah melukai anaknya tersebut.

"Saya serahkan ke polisi. Bapak polisi yang lebih mengerti. Saya cuma ngerti ini kejahatan jalanan," papar HP.

Pihak keluarga mengaku belum mendapatkan informasi lebih lanjut dari Polres Depok mengenai penangkapan pelaku.

"Kalaupun tidak tertangkap, biarkan Tuhan yang balas," tambah HP.

RA menderita luka serius di wajahnya setelah dilempar batu oleh orang tak dikenal saat melintas di Jalan Juanda, Depok.

Dari keterangan ayah RA, yaitu HP, kejadian tersebut terjadi Jumat (15/6/2018) pukul 22.00 WIB saat dia, istrinya, dan RA melintas dengan sepeda motor Honda Vario menuju arah Margonda.

Saat melintas, dari arah sebelah kiri HP melihat seorang laki-laki dengan perawakan sedang, berusia sekitar 43 tahun, tiba-tiba mengambil konblok dan langsung melempar HP dan keluarganya.

Wajah RA terkena lemparan batu dan mengalami pendarahan. RA kemudian dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat perawatan.

Penulis: Rindi Nuris Velarosdela Editor: Robertus Belarminus

Artikel Asli

6 Fakta Seputar Video Marion Jola yang Jadi Trending YouTube



Alumni Indonesian Idol 2018 ini merilis single pertamanya yang berjudul ‘Jangan’. Video klip yang diunggahnya itu menjadi 'trending' di Youtube dalam waktu 5 hari. Sekarang, video itu berada di peringkat 13 dalam 'trending'.

Penasaran kan fakta seputar video klip Marion Jola yang sedang trending ini? Simak, yuk.
1. Lale dan Ilman dari Maliq & D'Essentials dan Nino RAN turun langsung menggarap lagu ini. Mereka ini produser lagu ‘Jangan’, lho.


sumber: www.instagram.com/lalamarionmj
2. Mengambil genre pop dan RnB sekaligus. Lagu ini easy listening banget!


Sumber: Youtube MarionJolaVEVO
3. Di video klipnya, Marion menggunakan baju putih cropyang memperlihatkan perutnya. Dan dia pun mendapat hujatan dari netizen. 


sumber: www.instagram.com/lalamarionmj
4. Lagu ‘Jangan’ ini ternyata featuring Rayi RAN. Kalau kalian nonton videonya, sosok Rayi baru muncul di menit ke 2 dari awal video itu diputar.


sumber: www.instagram.com/rayiputra26/
5. Lagu jangan ini bercerita tentang seorang cewek yang didekati cowok tetapi hanya ‘main-main’ saja, tidak serius. 


Sumber: www.instagram.com/rayiputra26/
6. Lagu ‘Jangan’ sudah lebih dulu dirilis dua minggu sebelum video klipnya diunggah di Youtube pada 14 Juni 2018. Sekarang videonya sudah 1,6 juta kali ditonton.


Sumber: Youtube MarionJolaVEVO
Ternyata lagu ini banyak melibatkan orang-orang hebat, ya. Daripada penasaran, mending kamu lihat langsung video klipnya :

Jokowi Dikritik, PDIP Ungkit Kebijakan Ayah dan Eks Mertua Prabowo




Ketum Gerindra Prabowo Subianto mengkritik pemerintahan Presiden Joko Widodo. PDIP mengungkit soal kebijakan ayah Prabowo yang pernah menjadi pejabat, Sumitro Djojohadikusumo, dan mantan mertua Prabowo yang merupakan Presiden RI ke-2, Soeharto.
"Aku harus mulai dengan bagaimana ayahnya mengajukan UU PMA (penanaman modal asing) yang copas dari Amerika Serikat yang tidak memberi ruang kepada koperasi untuk tumbuh," ungkap politikus PDIP Eva Kusuma Sundari kepada detikcom, Rabu (20/6/2018).

Sumitro merupakan ekonom Indonesia yang cukup terkemuka. Dia pernah beberapa kali menjabat sebagai menteri di era Orde Lama dan Orde Baru, termasuk menjadi menteri keuangan.

Eva juga menyoroti kebijakan yang pernah dilakukan Soeharto ketika masih menjadi presiden. Ini terkait dengan kebijakan dalam aspek perekonomian.

"Atau perjanjian Jenewa yang (mantan) mertuanya kasih konsesi ke perusahaan-perusahaan tambang sebagai konsesi atas penurunan Sukarno dan perjanjian Freeport yang merugikan kita hingga sekarang," kata Eva.

Anggota Komisi XI DPR itu meminta agar semua pihak tak saling menuding soal kebijakan negara. Eva menyebut saat ini Presiden Joko Widodo tengah berbenah memperbaiki kerusakan dari kebijakan-kebijakan yang merugikan di era-era pemerintahan sebelumnya.

"Saudara-saudara, kondisi inilah yang membuat bangsa Indonesia menjadi lemah. Tentara kita lemah, Angkatan Udara kita lemah, Angkatan Laut kita lemah, kekayaan kita diambil. Dan dengan demikian kita merasa kondisi ekonomi kita semakin memprihatinkan, semakin menyusahkan kehidupan rakyat," imbuh dia.
"Mari cuci piring bersama, dia (Prabowo) dan Cendana (keluarga Soeharto) ikut berpesta. Jangan menuding ke korban yang sedang berbenah kesalahan-kesalahan masa lalu," tuturnya.

Sebelumnya diberitakan, Prabowo mengkritik sejumlah hal terhadap pemerintahan Jokowi. Mulai dari sistem ekonomi yang disebutnya menyimpang, hingga TNI yang dituding saat ini lemah.

"Kita merasakan, Gerindra merasakan, dan saya berpandangan dan berkeyakinan bahwa sistem bernegara, sistem politik, dan sistem ekonomi bangsa kita berada di jalur yang menyimpang, menyimpang dari apa? Menyimpang dari rencana dari cetak biru yang dibangun oleh pendiri-pendiri bangsa kita," ungkap Prabowo di video yang diunggah di akun Facebook-nya, @PrabowoSubianto, Selasa (19/6).

Prabowo pun menuding kekayaan Indonesia tengah dikuasai pihak asing. Prabowo mengklaim punya data yang siap dibuka soal ini, dan pada waktu yang tepat data soal keadilan sosial itu akan dibuka.

"Pelabuhan yang begitu vital, pelabuhan udara yang begitu vital, yang merupakan jalur bernafas sebuah bangsa, banyak sekarang sudah dikendalikan oleh bangsa asing. Saudara-saudara, sumber-sumber ekonomi kita juga sudah lepas kendali dari penguasaan negara dan bangsa Indonesia," tutur Prabowo.
(elz/fdn)

Pria yang Injak dan Corat-coret Alquran Mengaku hanya Cari Sensasi



MUSI RAWAS - Usai ditangkap oleh aparat kepolisian dan diamankan di Mapolres Musi Rawas Ario Febriansyah, mengakui bahwa ia mengunggah foto dirinya sedang menginjak Alquran di laman akun Facebook yang menjadi viral hanya untuk mencari sensasi.

Kapolres Musi Rawas AKBP Bayu Dewantoro melalui Kasat Reskrim AKP Wahyu Setyo Pranoto didampingi Kanit Pidsus Ipda Bertu Harydika mengatakan hingga saat ini pelaku masih menjalani pemeriksaan pihaknya. Selanjutnya nanti pelaku akan diperiksa oleh psikolog untuk mengetahui kejiwaannya.

“Untuk sementara ini motif pelaku menginjak dan mencoret Alquran hanya untuk mencari sensasi,” jelas Wahyu, Selasa (19/6/2018).

Diketahui sebelumnya pemuda yang menghina kitab agama Islam ini merupakan warga Desa Srijaya Makmur, Kecamatan Nibung, Kabupaten Muratara, Sumatera Selatan. Dan tidak tanggung-tanggung di akun Facebooknya pemuda ini sempat memposting alamat tempat tinggalnya sesuai dengan Kartu Tanda Penduduk (KTP) bagi warga, serta mempersilakan aparat kepolisian yang ingin menangkapnya. Dan hingga saat ini postingan pelaku sudah dibagikan sekitar 22 ribu dengan 500 komentar.




Pelaku sendiri dijerat Pasal 28 Ayat 2 juncto 45A Ayat 2 dan atau Pasal 27 Ayat (1) dan Ayat (3) UU RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang informasi dan transaksi eletronik.

Pelaku disangkakan melanggar tindak pidana dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan / atau kelompok masyarakat tertentu, berdasarkan atas suku, agama ras dan antar golongan (SARA) dan atau setiap orang mentransmisikan atau membuat dapat diaksesnya informasi elektronik dan atau dokumen eletronik dan atau dokumen eletronik yang memiliki muatan kesusilaan dan pencemaran nama baik.

(kha)

"Penaklukan" = Dakwah Islam Rahmatan Lil ‘Alamin, Bukan Penjajahan



MuslimahNews.com — “Islam kita ini Islam Nusantara, Islam kita ini Islam yang sejati bukan Islam abal-abal model Timur Tengah. Ini Islam sejati, Islam Nusantara ini, serius! serius! … Kenapa Islam Nusantara mampu menjadi Islam yang sejati? Karena Islam hadir dan hidup di Nusantara ini bukan sebagai penakluk. Lain dengan yang di Arab dan anak-anak peradabannya, semuanya Islam datang sebagai penakluk… yaa kurang lebih sebagai penjajah.
Begitulah narasi yang dibawakan oleh Yahya Staquf dalam sebuah potongan video yang sedang viral beberapa hari terakhir, bersamaan dengan viralnya video talkshow dirinya di wilayah pendudukan Israel.
Dalam narasinya tersebut, Yahya Staquf mengangkat “Islam Nusantara” dan merendahkan “Islam Arab”. Lebih memprihatinkan lagi adalah alasan bahwa itu disebabkan karena Islam Arab datang sebagai penakluk, yang itu ia samakan dengan penjajahan. Itu berarti secara tidak langsung menganggap Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam beserta para Khulafa’ Rasyidun ra layaknya penjajah. Karena di tangan beliau-beliaulah Islam tersebar di jazirah Arab dan anak-anak peradabannya. Wal ‘iyâdzu billâh.
Mari kita fokus pada isu penaklukan dalam Islam yang ia samakan dengan penjajahan. Benarkah demikian? Mari kita lihat dari sudut pandang bagaimana itu penaklukan dalam Islam, dan apa itu penjajahan. Sering kali aspek ini juga disalahpahami oleh sebagian kaum Muslim akibat propaganda yang dilakukan oleh kaum orientalis atau para penyambung lidah mereka, bahwa Islam disebarkan dengan pedang alias dengan pemaksaan, kekerasan, atau semacamnya.
Menaklukkan Demi Dakwah Islam Tanpa Paksaan
Penaklukan dalam Islam atau yang juga dikenal dengan pembebasan dan futuhat adalah bagian daripada syariat jihad. Yaitu tepatnya jihad yang bersifat ofensif (jihâd hujûmî), yang diartikan sebagai:
القتال الهجومي : وهو الذي يبدؤه المسلمون عندما يتجهون بالدعوة الإسلامية إلي الأُمم الأخرى في بلادها ، فيصدّهم حكامها عن أن يَبْلُغوا بكلمة الحق سمع الناس .
Perang yang bersifat ofensif; yaitu perang yang dimulai oleh kaum Muslim ketika mereka memaksudkan dakwah Islam kepada umat lain di negeri mereka, namun penguasanya menghalang-halangi kaum Muslim untuk menyampaikan kebenaran.” (Mushthafa Dib al-Bugha dkk., al-Fiqh al-Manhajî ‘alâ Madzhab al-Imâm al-Syâfi’î, juz 8 hlm 115)
Inti daripada jihad ini adalah dakwah, yaitu agar Islam masuk, tersiar, dan diterapkan di wilayah yang menjadi target dakwah. Adapun perang, sebatas untuk menghilangkan penghalang dakwah yang biasanya datang dari penguasa wilayah setempat.
Jihad ofensif ini dalam keterangan para ulama, hukumnya fardhu kifayah yang lazim dilaksanakan minimal setahun sekali.
أن يغزو كل عام إما بنفسه أو بسراياه على الإمام ، ولا يعطل الجهاد إذا قدر عليه : لأن فرضه على الأبد ما بقي للكفار دار ، والذي استقرت عليه سيرة الخلفاء الراشدين أن يكون لهم في كل سنة أربع غزوات ، صيفية في الصيف ، وشتوية في الشتاء ، وربيعية في الربيع ، وخريفية في الخريف . … فإن عجز الإمام عن أربع غزوات في كل عام انتصر منها على ما قدر عليه . وأقل ما عليه أن يغزو في كل عام مرة ، ولا يجوز أن يتركها إلا من ضرورة.
Wajib seorang Imam (khalifah) untuk menyelenggarakan perang (jihad) setiap tahun, baik dengan melibatkan dirinya langsung maupun dengan mengirim pasukan, dan tidak boleh menelantarkan jihad apabila ada kemampuan untuk itu. Sebab wajibnya jihad itu berlaku untuk selamanya, selama kaum kafir memiliki wilayah kekuasaan. Dan yang menjadi ketetapan pada masa Khulafa Rasyidin adalah mereka setiap tahunnya menyelenggarakan empat kali jihad; di musim panas, di musim dingin, di musim semi, dan di musim gugur. … Apabila sang imam (khalifah) tidak mampu menyelenggarakan empat kali jihad di setiap tahunnya, maka dilakukan semampunya menurut kemampuan maksimal yang dimilikinya. Sedangkan minimal yang wajib untuk dilaksanakannya di setiap tahun adalah satu kali. Dan tidak boleh ditinggalkan kecuali dengan alasan darurat.” (al-Mawardi, al-hâwî al-kabîr, juz 14 hlm 301)
Meski berupa aktivitas perang fisik, jihad jenis ini tidak dilakukan secara sembarangan. Akan tetapi memiliki tata cara tertentu yang khas. Yakni diawali dengan menawarkan kepada penguasa kaum kafir untuk memilih salah satu dari tiga pilihan: masuk Islam, membayar jizyah (dengan tetap dalam kekafiran), atau perang.
Tiga pilihan ini merupakan kaifiyah baku yang datang dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Beliau bersabda:
وإذا لقيت عدوك من المشركين ، فادعهم إلى ثلاث خصال -أو خلال- فأيتهن ما أجابوك فاقبل منهم ، وكف عنهم ، ثم ادعهم إلى الإسلام ، فإن أجابوك ، فاقبل منهم ، وكف عنهم ، … فإن هم أبوا فسلهم الجزية ، فإن هم أجابوك فاقبل منهم ، وكف عنهم ، فإن هم أبوا فاستعن بالله وقاتلهم .
Jika kamu menjumpai musuhmu kaum musyrik, maka serulah mereka untuk memilih salah satu dari tiga perkara. Apapun dari ketiganya yang mereka pilih maka kamu harus menerimanya. Serulah mereka untuk masuk Islam, jika mereka mau maka terimalah dan biarkan mereka… jika mereka tidak mau maka mintalah dari mereka jizyah, jika mereka mau maka terimalah dan biarkan mereka. Jika mereka tidak mau, maka mintalah pertolongan pada Allah perangilah mereka.” (HR. Muslim, Abu Dawud, dan Ahmad)
Bakunya seruan di atas tergambar jelas di antaranya dalam pembicaraan antara ‘Ubadah bin al-Shamit ra yang merupakan utusan panglima ‘Amr bin al-‘Ash ra, yang diutus khalifah ‘Umar bin al-Khaththab ra untuk membebaskan negeri Syam, dengan raja Muqauqis berikut.
… فانظر الذي تريد فبينه لنا ، فليس بيننا وبينكم خصلة نقلبها منكم ، ولا نجيبك إليها إلا خصلة من ثلاث، فاختر أيها شئت ، ولا تُطمع نفسك في الباطل؛ بذلك أمرني الأمير ، وبها أمره أمير المؤمنين ؛ وهو عهد رسول الله صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ من قبل إلينا .
أما إن أجبتم إلى الإسلام الذي هو الدين الذي لا يقبل الله غيره ، وهو دين أنبيائه ورسله وملائكته ، أمرنا الله أن نقاتل من خالفه ورغب عنه حتى يدخل فيه ، فإن فعل كان له ما لنا وعليه ما علينا ، وكان أخانا في دين الله ؛ فإن قبلت ذلك أنت وأصحابك ، فقد سعدتم في الدنيا والآخرة ، ورجعنا عن قتالكم ، ولا نستحل أذاكم ، ولا التعرض لكم ، وإن أبيتم إلا الجزية ، فأدوا إلينا الجزية عن يد وأنتم صاغرون ، نعاملكم على شيء نرضى به نحن وأنتم في كل عام أبدًا ما بقينا وبقيتم ، ونقاتل عنكم من ناوأكم وعرض لكم في شيء من أرضكم ودمائكم وأموالكم، ونقوم بذلك عنكم ؛ إذ كنتم في ذمتنا، وكان لكم به عهد الله علينا ، وإن أبيتم فليس بيننا وبينكم إلا المحاكمة بالسيف حتى نموت من آخرنا ، أو نصيب ما نريد منكم ؛ هذا ديننا الذي ندين الله به ، ولا يجوز لنا فيما بيننا وبينه غيره، فانظروا لأنفسكم .
فقال له المقوقس : هذا مما لا يكون أبدًا ، ما تريدون إلا أن تأخذونا لكم عبيدًا ما كانت الدنيا . فقال له عبادة : هو ذاك ، فاختر ما شئت . فقال له المقوقس : أفلا تجيبونا إلى خصلة غير هذه الخصال الثلاث ؟ فرفع عبادة يديه ، وقال : لا ورب السماء ورب هذه الأرض ورب كل شيء ، ما لكم عندنا خصلة غيرها ، فاختاروا لأنفسكم .
(’Ubadah bin al-Shamit ra.): “…Pikirkanlah dan terangkan kepada kami apa yang Anda mau. Antara kita tidak ada pilihan yang akan kami terima dan tidak pula pilihan lain selain salah satu dari tiga pilihan saja. Pilihlah mana yang Anda mau, jangan perturutkan hawa nafsu Anda dalam kebatilan. Begitulah aku diperintahkan oleh amir (amir jihad), dan begitu pula-lah amirul mukminin (khalifah) memerintahkan beliau. Dan sebelumnya, itu merupakan amanat dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam kepada kami.
Yaitu antara memenuhi seruan masuk Islam, yang merupakan agama satu-satunya yang diterima oleh Allah, ialah agama para nabi, rasul, dan malaikat-Nya. Allah memerintahkan kami untuk memerangi siapa saja yang menyelisihi dan membencinya hingga ia masuk ke dalamnya. Apabila ia lakukan itu (masuk Islam) maka ia akan mendapat hak dan kewajiban yang sama dengan kami, dan akan menjadi saudara se-Islam kami. Jika Anda dan sahabat-sahabat Anda memilih itu, maka kalian pasti bahagia di dunia dan di akhirat, dan kami akan pulang dari memerangi kalian, dan tidak menyakiti kalian, dan tidak pula menantang kalian. Tapi jika kalian tidak mau kecuali membayar jizyah, maka tunaikanlah jizyah kepada kami dalam keadaan tunduk terhadap syariat Islam. Kami akan memperlakukan kalian berdasarkan apa yang kita sepakati bersama di setiap tahunnya untuk seterusnya selama kami dan kalian ada. Kami akan memerangi siapa saja yang memusuhi dan menantang kalian terkait tanah, keselamatan jiwa, dan harta kalian. Kami lakukan itu untuk kalian karena kalian berada dalam jaminan kami, dan kalian punya hak dalam perjanjian yang wajib kami tepati. Tapi jika kalian enggan, maka antara kita hanya ada penentuan melalui perang hingga kami mati semua atau kami mengalahkan kalian. Inilah agama kami yang kami yakini, dan kami tidak boleh menempuh langkah lain di dalamnya. Maka, pikirkanlah keputusan untuk diri kalian.”
Raja Muqauqis berkata kepada beliau: “Yang kalian mau tidak lain adalah menjadikan kami sebagai orang-orang kalian, sampai hari kiamat ini tidak akan mungkin terjadi!” Ubadah berkata: “Itulah adanya, silakan pilih mana yang Anda mau.” Muqauqis: “Tidakkah kalian mau menerima alternatif pilihan selain tiga perkara ini?” Maka ‘Ubadah mengangkat kedua tangan beliau, dan berkata: “Demi Allah Tuhan langit, bumi, dan segala sesuatu, kalian tidak punya pilihan lain selain itu. Maka tentukan pilihan kalian.” (Jalaluddin al-Suyuthi, Husn al-Muhâdharah fî Târîkh Mishr wa al-Qâhirah, juz 1 hlm 113-114).
Di situ jelas bahwa tiga pilihan tersebut adalah “harga mati” yang tidak bisa ditawar lagi. Ia adalah amanat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bagi kaum Muslim sepeninggal beliau untuk selalu diterapkan hingga hari kiamat tiba, dan bagi kaum kafir dipersilakan untuk memilih; apakah mau masuk Islam, atau mau tetap kafir dengan membayar jizyah, atau bahkan menghendaki perang.
Tentu umat Islam sangat berharap mereka memilih pilihan yang pertama, yaitu masuk Islam tanpa ada peperangan. Akan tetapi, umat Islam tidak bisa memaksa kaum kafir memilih yang mana. Keputusan memilih sepenuhnya ada di tangan kaum kafir, dan manapun yang menjadi pilihan mereka umat Islam harus siap menghadapinya. “Apapun dari ketiganya yang mereka pilih maka kamu harus menerimanya”. Begitu pesan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam.
Tidak bisa dikatakan bahwa kaum muslim memaksa mereka masuk Islam dengan ancaman perang, karena ada opsi yang dengan memilihnya mereka bisa tetap dalam kekafirannya jika memang tidak mau masuk Islam. Yaitu dengan membayar jizyah dan tunduk sebagai Kafir Dzimmi. Kalaupun yang mereka pilih adalah perang, maka itu kemauan mereka sendiri, bukan kemauan umat Islam.
Dan yang perlu digarisbawahi tebal-tebal adalah bahwa tiga pilihan tersebut bukan kreasi umat Islam sendiri. Bukan pula hasil karangan Muhammad bin Abdillah sebagai manusia. Akan tetapi itu adalah ketentuan syariat dari Allah subhanahu wa ta’ala yang telah mengutus beliau. Kaum muslim hanya menjalankannya sebagai bagian dari konsep sistem khilafah dari masa ke masa, yakni terkait dengan prinsip politik luar negerinya.
Terbukti inilah cara Mahahebat Allah SWT dalam mengunggulkan Islam atas segala agama yang ada. Sehingga menjadi agama pengayom bukan yang diayomi, pemberi keputusan bukan yang diberi keputusan, menyebar rahmat dan pemakmur dunia dengan cahaya petunjuk ilahi bukan menyebab kerusakan dan kesesatan.
Sebagaimana terkandung dalam ayat:
{ هُوَ الَّذِي أَرْسَلَ رَسُولَهُ بِالْهُدَى وَدِينِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّينِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُونَ } [التوبة: 33]
Dialah yang telah mengutus Rasul-Nya dengan petunjuk dan agama yang benar, untuk Dia menangkan atas segala agama yang ada, walaupun kaum musyrik membencinya.” (QS. Al-Taubah [9]: 33)
Semoga kita tidak termasuk kaum musyrik yang tidak menyukai akan hal tersebut.
Penaklukan Bukan Penjajahan
Karena misi utama daripada jihad di atas adalah dakwah Islam, maka tentu terbalik akal orang-orang yang menyamakannya dengan penjajahan. Bisa dilihat dalam catatan sejarah, betapa penaklukan Islam dapat membawa kemakmuran dan kesejahteraan di wilayah-wilayah yang ditaklukkannya, dan semua itu dinikmati oleh warga setempat baik muslim maupun nonmuslimnya.
Di antara pengakuan akan keadilan dan kesejahteraan yang dirasakan nonmuslim dalam naungan Islam dengan sistem khilafahnya, adalah surat yang dikirim oleh kaum Nasrani Syam
kepada sahabat Abu ‘Ubaidah bin al-Jarrah ra pada tahun 13 H:
يا معشر المسلمين أنتم أحب إلينا من الروم وإن كانوا على ديننا ، أنتم أوفى لنا وأرأف بنا وأكف عن ظلمنا وأحسن ولاية
علينا.
Wahai kaum Muslim, kalian lebih kami cintai daripada bangsa Romawi meskipun mereka seagama dengan kami. Kalian lebih menepati janji, lebih berbelas kasih terhadap kami, lebih bersikap adil terhadap kami, dan lebih baik dalam memerintah kami.” (al-Baladzuri, Futûh al-Buldân, hlm 139)
Dan banyak lagi keterangan serupa dapat dibaca di banyak referensi. Di antaranya sebagaimana telah dihimpun oleh Dr. Abdullah bin Ibrahim al-Luhaidan dalam karyanya Samâhah al-Islâm fî Mu’âmalah Ghayr al-Muslimîn.
Ini 180° berbeda dengan penjajahan. Yang faktanya selalu mengeksploitasi kekayaan negeri jajahan untuk dinikmati pihak penjajahnya, serta memiskinkan, memperbudak, mengusir, atau bahkan kalau perlu membantai warga aslinya. Sebagaimana penjajahan Belanda atas Indonesia, kaum zionis Israel atas Palestina, bangsa kulit putih atas kulit hitam di AS, dan lain sebagainya.
Islam tidak hanya sebatas memakmurkan wilayah yang ditaklukkan dan menyejahterakan penduduknya. Karena dengan penaklukan tersebut Islam diterapkan sebagai sistem kehidupan, termasuk dalam bernegara, maka banyak warga nonmuslim melihat keindahan Islam dan akhirnya dengan suka-rela masuk Islam. Sebagaimana masuk Islamnya seorang Nasrani di masa kekhilafahan ‘Umar bin Khaththab ra karena telah dibela sang khalifah atas perilaku zalim seorang walinya; juga berislamnya seorang Yahudi di masa kekhilafahan ‘Ali bin Abi Thalib ra karena kasusnya dimenangkan secara adil oleh al-Qadhi Syuraikh padahal lawan sengketanya tidak lain adalah sang Khalifah sendiri, dan banyak lagi.
Inilah dakwah bil-hâl (dengan praktik langsung) sebenarnya yang diperankan oleh Khilafah dengan penerapan syariat Islam secara menyeluruh atas umat atau wilayah yang ditaklukkannya. Sebagaimana pepatah arab mengatakan:
لسان الحال أفصح من لسان المقال
Ajakan melalui praktik itu lebih kuat pengaruhnya daripada ajakan secara lisan semata.”
Adakah sistem yang seindah, seteratur, dan secermat sistem Islam ini? Kenapa ada manusia-manusia jahat yang berusaha mengkriminalisasi ajarannya, dalam hal ini jihad dengan menyamakannya dengan penjajahan? Apakah tidak mungkin justru merekalah penyambung lidah para penjajah yang sebenarnya, dari kalangan kaum kapitalis yang merasa terancam kepentingannya dengan tegaknya syariat yang anti terhadap penjajahan, yaitu Khilafah yang akan menerapkan jihad ofensif menyebarkan Islam sebagai rahmat[an] lil-‘âlamîn? Wallâhu ta’âlâ a’lam. Mari kita pelihara otak kita agar selalu berpikir. []

Banyak UU Pro Asing, Pemenang Pilpres 2019 Ditantang Keluarkan Dekrit Presiden




Jakarta, Aktual.com – Panglima Front Pembela Rakyat (FPR), Nugroho Prasetyo menantang para Calon Presiden (Capres) untuk berani mengeluarkan dekrit presiden jika nantinya terpili‎h dalam kontestasi Pilpres 2019. Hal itu, untuk menjawab seluruh permasalahan bangsa Indonesia yang terjadi pasca-reformasi.

“Siapapun pemenang Pemilu 2019 nanti, harus berani mengeluarkan dekrit presiden,” kata Nugroho saat ditemui di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (19/6).



Nugroho mengaku prihatin melihat kondisi bangsa yang ada saat ini. Dimana, Indonesia sebagai bangsa yang besar justru masih dibayang-bayangi oleh asing. Hal itu terlihat dari beberapa Undang-Undang yang dianggapnya untuk kepentingan asing.

“Ada 120 Undang-Undang didalamnya buat kepentingan asing. Ini sebuah ironi bagi bangsa Indonesia yang sangat besar,” tegasnya.

‎Namun, Nugroho pesimis ada presiden yang berani mengeluarkan dekrit presiden. Diakuinya, gagasan tersebut memang akan beresiko dan juga berdampak. Kendati demikian, sambungnya, itu adalah cara yang paling efektif untuk Indonesia menjadi bangsa yang besar.

Hak Angket DPR Segera Bergulir Atas Pengangkatan Iwan Bule




Jakarta, Aktual.com – Pengangkatan Perwira Tinggi Polri Mochamad Iriawan (Iwan Bule) sebagai Penjabat Gubernur Jawa Barat menuai polemik. Penunjukan itu dinilai akan memperkeruh demokrasi Jawa Barat akibat campur tangan kepolisian atas politik praktis.

Sebagaimana diketahui bahwa Iwan diangkat menggantikan Ahmad Heryawan yang masa jabatannya sebagai Gubernur Jawa Barat habis pada 13 Juni 2018.


Atas persoalan ini, politisi Partai Gerindra, Fadlizon mendorong digulirkannya hak angket. Fadli menilai ada prosedur hukum yang dilanggar dalam pengangkatan Iwan.

“Saya ikut dukung agar DPR gunakan hak angket pengangkatan PJ Gub Jabar. Berpotensi melanggar UU,” ujar dia.

Senada dengan yang disampaikan Kadiv Advokasi dan Bantuan Hukum DPP Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean yang mendorong hak angket DPR.

“Kami akam usulkan agar Demokrat, dan Fraksi yang lain seperti PKS, Gerindra dan PAN untuk bersama-sama mengajukan angket atas situasi yang melampaui batas kekuasaan,” kata dia.

(Dadangsah Dapunta)

Nekat Terbangkan Balon Udara, Penjara 2 Tahun Menanti dan Denda 1/2 Miliar




VIVA – Kementerian Perhubungan akan menindak tegas setiap orang yang dengan sengaja menerbangkan atau mengoperasikan balon udara yang membahayakan keselamatan pesawat udara. Pelaku tersebut bisa dikenakan ancaman pidana penjara paling lama dua tahun dan denda paling banyak Rp500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah).


Hal tersebut sesuai yang termuat pada peraturan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan Pasal 411. “Saya sampaikan bahwasanya balon udara ini sangat bahaya," kata Menhub seperti dikutip dalam keterangan resminya, Senin 18 Juni 2018.


Budi melanjutkan, dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan yang menjelaskan bahwa menerbangkan balon udara tersebut dapat dipidanakan dua tahun atau paling banyak denda 500 juta itu sudah tepat. Sebab, apa yang terjadi di lapangan menurutnya sangat membahayakan keselamatan penerbangan karena pesawat terancam bisa menabrak balon-balon udara tersebut.



"Ini dapat dipertanyakan juga kepada kita bagaimana kita dapat mengawal prestasi pencabutan pelarangan terbang (EU Flight Ban) maskapai penerbangan Indonesia yang baru kita raih pada Kamis (14 Juni) lalu", ujar Menhub.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Agus Santoso pun menegaskan sesuai dengan PM Nomor 40 Tahun 2018 Tentang Penggunaan Balon Udara Pada Kegiatan Budaya Masyarakat diharapkan masyarakat tidak menerbangkan balon udara tanpa kendali apalagi sampai tembus ke angkasa.

PDIP: SBY Merendahkan Hak Rakyat yang Berdaulat



Kritik Ketua Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terhadap dugaan ketidaknetralan negara dalam proses demokrasi di Pilkada Serentak 2018, menuai protes keras dari PDI Perjuangan. Mereka menyebut SBY telah merendahkan hak rakyat atas kritik tersebut.

"Keluhan dilontarkan SBY itu malah merendahkan hak rakyat yang berdaulat dan juga mencerminkan kepanikan SBY sendiri. Pak Jokowi tidak pernah menyalahgunakan kekuasaan," tegas Ketua DPP PDI Perjuangan bidang Pemenangan Pemilu, Bambang DH kepada wartawan, Rabu (20/6).

Bambang justru mengkritik balik sikap presiden ke-6 RI itu. Pihaknya menyebut ketika SBY masih memimpin juga banyak keganjilan pada Pemilu di masa lalu. Seperti sosok di balik layar tim Alpha, Bravo dan Delta dalam kasus Antasari.

"Siapa yang memanipulasi IT sehingga Antasari dipenjara? Siapa yang memanipulasi DPT sehingga kursi di Pacitan pada pemilu 2014 berkurang drastis dibanding 2009? Siapa yang menjadi pelopor penggunaan dana Bansos?" tanya Bambang DH.

Selain itu, Bambang juga menuding Pilkada di Jawa Timur saat telah dikotori praktik penyalahgunaan program keluarga harapan (PKH). Program itu diklaim secara sepihak sebagai programnya calon Gubernur Jawa Timur diusung Partai Demokrat, Khofifah Indar Parawansa.

"Itu sama saja penggunaan dana rakyat untuk kepentingan pribadi. Banyak bukti di lapangan terkait penyalahgunaan PKH. Ini yang seharusnya dikritik Pak SBY," tegasnya.

Untuk itu, Bambang menyarankan SBY melakukan introspeksi dari pada menyalahkan pihak lain. Dengan begitu tidak menyampaikan tuduhan sepihak tanpa bukti.

"Kepada seluruh pihak hendaknya membangun suasana kondusif dan biarlah rakyat menjadi hakim tertinggi di dalam menentukan pemimpinnya. Rakyat mencari pemimpin yang kuat secara kultural, berpengalaman serta tidak ambisius di dalam mengejar jabatan," ungkap dia.

Reporter: Muhammad Radityo

Sumber: Liputan6.com

Artikel Asli

Begini Tampak Sarang Ular yang Telan Wanita Sultra Bulat-bulat



DREAMERS.ID - Geger foto dan video di pemberitaan seorang wanita ditelan bulat-bulat oleh seekor ular sanca kembang di Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara. Kini ada dua info lanjutan soal fenomena yang jarang terjadi itu.

Ular piton berukuran besarkembali ditemukan warga Muna dengan panjang lebih dari 7 meter, tepatnya di Desa Langkumapo saat hewan liar itu menyeberang di sebuah sungai. Ular tersebut dilumpuhkan dengan senjata tajam dan dibawa ke daratan untuk memastikannya telah mati.

Sementara itu di pemberitaan sebelumnya, korban wanita bernama Wa Tiba ditemukan di dalam perut ular oleh warga yang memang mencarinya karena telah hilang beberapa hari seteha pamit bekerja di kebun, melansir Liputan6.

Info terbaru, pihak kepolisian pun menemukansarang ular sanca yang diduga melahap Wa Tiba. Hal itu diyakini pasti karena polisi juga menemukan senter dan sandal yang dipakai Wa Tiba di lokasi yang sama.

Via laman Detik, sarang itu ditemukan oleh warga dan polisi pada Senin (18/6) pukul 10.00 WITA. Sarang tersebut berada di sebuah gua dan rencananya akan dilakukan penutupan sarang dengan berkoordinasi dengan Pemda Muna. Namun penutupan tak bisa langsung dilakukan saat ini karena harus menunggu kajian dari Dinas Lingkungan Hidup setempat.

Artikel Asli