MUI : Umat Rasakan Ketimpangan Ekonomi


Eramuslim – Majelis Ulama Indonesia (MUI) tahun lalu menggelar Kongres Ekonomi Umat akibat ketimpangan kebijakan yang justru berpihak ke pengusaha besar.
“MUI ikut merasakan ketimpangan ekonomi. MUI perkenalkan arus baru ekonomi. Karena arus lama ekonomi adalah kebijakan ekonomi yang melahirkan para konglomerat,” kata Ketua Umum MUI, KH Maruf Amin dalam acara halal bi halal Kadin, Jakarta, Minggu (8/7).
Kongres yang pernah diselenggarakan MUI, sebut KH Maruf, adalah dengan tujuan bisa menjangkau pelaku ekonomi kecil dan menengah yang memang sudah selayaknya diperhatikan.
“Menerapkan prinsip trickle down effect (menetes ke bawah). Berharap yang besar akan meneteskan kepada yang kecil di bawah,” sebutnya.
Selain itu, KH Maruf mengaku sependapat dengan Rizal Ramli yang kerap mengkritisi pemerintah jika tidak melaksanakan kebijakan ekonomi dengan adil
“Saya sepandapat dengan pidato Pak Rizal Ramli tentang ekonomi gelas anggur tadi. Saya kira Kadin dan MUI bisa berkerja sama untuk mewujudkan ekonomi yang lebih berkeadilan,” tukasnya. 
(rmol)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel