Melalui Ustadz Adi Hidayat Arab Saudi Kirim Bantuan Kurma untuk Pengungsi Gunung Agung

Kerajaan Arab Saudi melalui Ustaz Adi Hidayat mengirimkan bantuan kurma sebanyak 14 ton untuk pengungsi Gunung Agung di Kabupaten Karangasem. Bantuan tersebut diserahkan langsung Ustaz Adi didampingi Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Provinsi Bali, H Bambang Susanto.



KARANGASEM -- Kerajaan Arab Saudi melalui Ustaz Adi Hidayat mengirimkan bantuan kurma sebanyak 14 ton untuk pengungsi Gunung Agung di Kabupaten Karangasem. Bantuan tersebut diserahkan langsung Ustaz Adi didampingi Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Provinsi Bali, H Bambang Susanto.

"Dengan membawa cinta sebagai sesama saudara-sebangsa, kami hadir dan menyapa saudara kami yang sedang terdampak erupsi Gn. Agung sebagai wujud musibah mereka juga musibah bagi kami," kata Bambang, Selasa (10/7).

Bambang memaparkan rombongan Ustaz Adi tiba di Bali Ahad (8/7). Sehari kemudian rombongan langsung menuju beberapa lokasi terdampak bencana Gunung Agung.
photo
Kerajaan Arab Saudi melalui Ustaz Adi Hidayat mengirimkan bantuan kurma sebanyak 14 ton untuk pengungsi Gunung Agung di Kabupaten Karangasem. Bantuan tersebut diserahkan langsung Ustaz Adi didampingi Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Provinsi Bali, H Bambang Susanto.


Lokasi pertama adalah Desa Sibetan dengan jumlah 300 pengungsi. Lokasi kedua adalah Desa Selat Duda dengan jumlah lebih dari 200 pengungsi. Kampung Karang Tohpati menjadi pusat pembaginya. Kurma juga disumbangkan untuk Pondok Pesantren dan Madrasah Aliyah Diponegoro di Kabupaten Klungkung. Di sana terdapat lebih dari 150 santri.

"Semoga dengan bantuan ini dapat meringankan kebutuhan saudara kita yang sedang mengalami musibah bencana alam," kata Bambang.

Status Gunung Agung sampai hari ini masih siaga atau level tiga. Jumlah pengungsi hingga hari ini mencapai 4.415 orang yang tersebar di 54 titik. Pengungsi secara umum memilih bertahan di pengungsian karena erupsi masih kerap terjadi, meski skalanya kecil. Sebagian besar pengungsi, mencapai 4.397 orang berada di 53 titik di Karangasem, sementara sisanya 18 pengungsi berada di satu titik di Kabupaten Gianyar.

"Beberapa pengungsi masih mobile, tergantung kondisi peningkatan aktivitas Gunung Agung.," kata Kepala Seksi Tanggap Darurat Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) Bali, I Komang Kusumaedi.


Di Karangasem, pengungsi terbanyak berada di Banjar Kreteg di Bebandem (368 orang), Banjar Juntal Kaja di Kubu (240 orang), Banjar Mantri di Bebandem (210 orang), Banjar Tengah di Bebandem (162 orang), Banjar Kastala dan rumah warga di Bebandem (158 orang), Kantor Desa Ban di Kubu (137 orang), dan Banjar Komala di Bebandem (133 orang).

Hingga pukul 12.00 WITA hari ini, Gunung Agung mengeluarkan enam kali embusan dengan amplitudo tiga hingga lima milimeter (mm) berdurasi 35-60 detik. Gunung suci umat Hindu Bali tersebut juga mengeluarkan tremor harmonik satu kali dengan amplitudo tujuh mm berdurasi 110 detik.

Masyarakat di sekitar Gunung Agung, pendaki, pengunjung, dan wisatawan diimbau tidak berada, tidak melakukan pendakian, dan tidak melakukan aktivitas apapun di zona Perkiraan Bahaya, yaitu di seluruh area di dalam radius empat kilometer (km) dari kawah puncak.

Masyarakat yang bermukim dan beraktivitas di sekitar aliran-aliran sungai yang berhulu di Gunung Agung agar mewaspadai potensi ancaman bahaya sekunder, berupa aliran lahar hujan yang dapat terjadi terutama pada musim hujan dan jika material erupsi masih terpapar di area puncak. Area landaan aliran lahar hujan mengikuti aliran-aliran sungai yang berhulu di Gunung Agung.