Golkar Kukuh Ajukan Airlangga sebagai Cawapres, PAN Yakin Golkar Akan Tinggalkan Jokowi



Jakarta, Aktual.com – Politisi Partai Golkar Dave Laksono, mengatakan partai berlambang beringin itu masih kukuh mengajukan Ketua Umum DPP Golkar Airlangga Hartanto, menjadi bakal calon wakil presiden.

“Kami sudah memberikan segala-galanya yang kami miliki untuk pemerintah. Ini sudah selayaknya Pak Airlangga dicalonkan sebagai wakil presiden,” ujar Dave Laksono di Jakarta, Kamis (12/7).


Golkar, dikatakannya terdepan dalam memastikan program pemerintah mendapatkan anggaran dan terlaksana dengan baik.

Dave Laksono menegaskan dalam Partai Golkar, semua satu suara mengajukan Airlangga sebagai bakal cawapres dari Golkar.

Sementara itu, Partai Amanat Nasional (PAN) meyakini jika ada satu partai politik yang akan meninggalkan Joko Widodo jelang pendaftaran Calon Presiden (Capres) dan Calon Wakil Presiden (Cawapres) yang dibuka KPU 4 Agustus nanti.

Ketua DPP PAN, Yandri Susanto menyebut Partai Golkar yang akan meninggalkan Jokowi. Ia pun membuka peluang koalisi antara PAN dengan Golkar untuk Pilpres mendatang.


Yandri menyebut PAN dan Golkar punya peluang membentuk koalisi. Ini lantaran jumlah kursi PAN dan Golkar cukup untuk mengusung pasangan capres-cawapres sesuai dengan ambang batas capres atau presidential threshold berdasarkan amanat UU Pemilu.

“(Ada) kemungkinan Golkar menarik diri dari Pak Jokowi ya. PAN-Golkar kan juga cukup (untuk berkoalisi),” kata Yandri dalam sebuah diskusi di Jakarta Pusat, Selasa (10/7).

Saat ditanya lebih lanjut, ia mengatakan komunikasi antara PAN dan Golkar masih tetap terjalin terkait hal itu.

“Ya namanya komunikasi ya kita jalin semuanya,” tuturnya.

Dalam diskusi tersebut, Yandri menyinggung suara Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri yang sangat berpengaruh bagi posisi cawapres Jokowi. Ia kemudian mempertanyakan apakah selera Megawati untuk posisi cawapres Jokowi akan selaras dengan keinginan partai koalisi lainnya.

“Tapi saya lihat faktor Bu Mega sangat dilihat oleh Pak Jokowi siapa yang menjadi pendamping Jokowi. Nah, untuk berikutnya, apakah faktor Bu Mega ini selaras dengan selera partai lain, Golkar, PKB, PPP, Hanura, dan NasDem,” sebutnya.

(Teuku Wildan)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel