Cerita Ibu yang Selamatkan Anaknya Dari Cengkraman Buaya ini Bikin Nangis dan Haru

Rasimah, 37, saat merawat buah hatinya YP di kediamannya di Desa Teluk Dawan, Kecamatan Muara Sabak Barat, Tanjab Timur kemarin (9/7). (JONI HARTANTO/JAMBIEKSPRES/Jawa Pos Group)


Demi nyawa anak, ibu rela mengorbankan segalanya. Itu pula yang dilakukan Rasimah, 37. Dia nekat terjun ke sungai untuk menyelamatkan buah hatinya dari cengkeraman buaya ganas.



Yadi Putra, 12, warga Desa Teluk Dawan, Kecamatan Muara Sabak Barat, Tanjung Jabung Timur, Jambi, masih terbaring lemah di tempat tidur. Bocah kelas VI SD itu ditemani ibunda tercintanya, Rasimah, 37, saat disambangi Jambi Ekspres (Jawa Pos Group) kemarin sore (9/7) di kediamannya.


Raut Yadi masih terlihat sayu meski guratan-guratan keceriaan mulai menyamar di wajah polos itu. Wajar saja, dia masih trauma setelah kejadian Sabtu (7/9) yang nyaris merenggut nyawanya.


Rasimah mendiami rumah panggung berdinding papan. Lokasinya tidak seberapa jauh dari bibir Sungai Teluk Dawan. Hanya sekitar 3 meter.


"Saat air lagi surut, memang sering ada penampakan buaya, terutama saat malam, di sekitar rumah kami," ujar Rasimah membuka pembicaraan.


Selama ini, kata dia, warga Teluk Dawan kebanyakan mengambil air sungai dengan mesin pompa air. "Sungai ini memang dimanfaatkan warga Desa Teluk Dawan untuk berbagai keperluan. Sebagian ada yang membuat tempat pemandian di bibir sungai. Ada juga yang langsung menyedotnya pakai mesin pompa air," tuturnya.


Rasimah kemudian menceritakan kisah anaknya yang Sabtu malam lalu dicengkeram buaya ganas. Dia mengungkapkan, Sabtu (7/7) sekitar pukul 22.30, Yadi dan ayahnya, Usman, 53, berniat mengambil air dengan ember di Sungai Teluk Dawan di depan rumah. Saat itu kondisi air tengah pasang besar.


Yadi berinisiatif mengambil air untuk menyiram kembang di halaman rumah. Namun nahas, saat melontarkan ember ke sungai, lengan kanannya diterkam buaya yang kemudian menyeretnya hingga ke tengah sungai.


Mendengar teriakan warga sekitar, Rasimah yang saat itu berada di dalam rumah langsung berlari ke luar. Tanpa pikir panjang, dia terjun ke sungai dan berenang mengejar anak keduanya yang diseret buaya ke tengah sungai tersebut.


"Malam itu saya tidak tahu lagi apa yang harus saya lakukan. Saya melihat anak saya diseret buaya ke tengah. Saya langsung terjun dan berenang untuk menyelamatkan anak saya," ungkap Rasimah.


Saat itu dia hanya terpikir bagaimana cara menyelamatkan putranya. Tidak ada pikiran yang lain apalagi rasa takut. Hilang sama sekali. "Pokoknya, saya harus menyelamatkan anak. Saya tidak sempat berpikir lagi. Saya nekat terjun ke sungai yang airnya tengah pasang dan di tengah gelap," ujarnya.


Saat dirinya berada di tengah sungai, kata Rasimah, warga yang sudah ramai di bibir sungai dengan menggunakan lampu senter melihat anaknya hanya tinggal kepala yang mengapung dengan kondisi sudah sangat lemas.


"Remang-remang saya melihat kondisi anak saya yang lepas dari gigitan buaya di tengah sungai dengan kondisi lemas. Saya langsung berenang dan memegang tubuhnya, kemudian membawanya berenang ke tepi. Alhamdulillah, dia berhasil selamat," katanya.

(jawapos)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel