Usai Pesta Darah, Israel Undang Wantimpres KH Yahya Cholil Staquf, Ini Klarifikasi dari NU



POJOKSATU.id, JAKARTA – Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) KH Yahya Cholil Staquf, diundang menjadi pembicara di Israel.

Pengundangnya adalah the Israel Council on Foreign Relations (ICFR), forum independen yang mempelajari dan membahas isu-isu kebijakan luar negeri, terutama terkait Israel dan bangsa Yahudi. Organisasi ini beroperasi dengan bantuan dari Kongres Yahudi Dunia.

Dalam salinan surat undangan dikutip dari Albalad.co, Jumat (8/6), Yahya diminta menyampaikan kuliah umum berjudul Shifting Geopolitical Calculus: From Conflict to Cooperation.


Acara itu akan digelar pada Rabu pekan depan (13/8) pukul 6 waktu setempat di the David Amar Worldwide North Africa Jewish Heritage Center, Yerusalem.

Rencana Sekjen atau Katib Aam Pengurus Besar (PB) Nahdlatul Ulama itu untuk memenuhi undangan Israel dikabarkan mendapat protes dari Palestina.

Sumber tidak resmi Kedubes Palestina di Jakarta, mengatakan, Kementerian Luar Negeri Palestina telah mengirimkan surat protes kepada Kementerian Luar Negeri Indonesia.

Kedatangan KH Yahya Cholil Staquf di Israel dikecam banyak orang. Pasalnya, Israel baru saja merayakan kemerdekaan setelah pesta darah umat Islam.

“Setelah pesta darah umat islam, Israel mengundang semua sekutunya untuk merayakan bersama dan ada Watimpres Jokowi disana.. MIRIS!!,” cuit @ekowBoy.

“Silahkan nilai sendiri. Siapa yang radikal? Siapa yang tidak pancasilais? Siapa penghianat bangsa?,” tandasnya.

PBNU Sebut Undangan Gus Yahya dari Israel untuk Kemanusiaan



Jakarta, CNN Indonesia -- Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Helmy Faishal Zaini membenarkan adanya undangan dari salah satu kampus di Israel untuk PBNU yang viral di media sosial.

Helmy mengatakan perwakilan NU yang diundang adalah Katib Aam Syuriah PBNU Yahya Cholil Staquf. Namun, Helmy menegaskan jika kehadiran Yahya yang juga menjabat sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) itu untuk memberi dukungan kepada Palestina.

"Gus Yahya diundang sebagai perwakilan PBNU untuk menjelaskan posisi Palestina, untuk memberikan dukungan kepada Palestina," kata Helmy kepada CNNIndonesia.com, Sabtu (9/6).
Helmy pun membantah jika kunjungan itu bersifat kerja sama antara Indonesia atau PBNU dengan Israel. Menurut Helmy, undangan itu murni untuk kajian akademik dan kemanusiaan demi mewujudkan perdamaian bagi warga Palestina.

"Kami tegaskan itu bukan kerja sama, tidak pernah ada kerja sama dengan Israel. Intinya kita berjuang untuk Palestina. Berikan perspektif pada Israel kalau konflik di sana bukan melulu masalah agama, tapi kemanusiaan," tegas Helmy.

Kendati demikian, Helmy belum bisa memastikan jenis visa perjanalan yang akan digunakan oleh Gus Yahya untuk sampai di Israel. Pasalnya, bulan lalu, Indonesia menangguhkan visa bagi turis Israel sebagai protes atas aksi tentara Israel yang menewaskan lebih dari 120 warga Palestina di Jalur Gaza.

Tak hanya menangguhkan pemberian visa, Indonesia juga membatalkan visa yang telah dikeluarkan. Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly mengakui Indonesia telah menolak visa 53 warga Israel.

Membalas langkah Indonesia tersebut, Israel menangguhkan pemberian visa bagi WNI untuk berkunjung ke negaranya. Setiap tahunnya rata-rata 30 ribu warga Indonesia berziarah ke Israel, dengan rata-rata tinggal selama lima hari.

PBNU Sebut Undangan Gus Yahya dari Israel untuk KemanusiaanHelmy benarkan ada undangan dari Israel untuk PBNU. (CNN Indonesia/Tri Wahyuni)

Larangan bagi WNI tersebut sedianya berlaku Sabtu (6/6) lalu, namun diundur pemberlakuannya hingga 26 Juni. Kebijakan itu membuat 2,200 WNI yang akan berkunjung dalam beberapa pekan mendatang masih dilanda ketidakpastian.

"Untuk masalah visa dan apakah jadi berangkat, kita juga lagi coba konfirmasi ke Gus Yahya," kata Helmy.

CNNIndonesia.com sudah mencoba menghubungi Gus Yahya, namun belum ada respon.

Sebelumnya, rencana kunjungan PBNU ke Israel mendapat banyak cibiran netizen. Beberapa diantara mereka mengaku kecewa atas sikap PBNU yang malah mendatangi Israel di tengah umat Islam yang sedang terluka akibat beragam serangan yang dilakukan Israel.

Undangan dari Universitas Tel Aviv untuk PBNU itu viral di media sosial. Acara yang diselenggaran The Israel Council of Foreign Relation itu menyebut Gus Yahya akan menjadi pembicara untuk tema "Shifting the Geopolitical Calculus: From Conflict to Cooperation" pada Rabu, 13 Juni 2018.

Salah seorang wartawan Israel dengan nama Simon Arann mengunggah status di akun Twitter-nya bahwa ulama senior di Indonesia yang juga Sekretaris Jenderal Forum Keagamaan NU, Yahya Cholil Staquf akan memberikan kuliah di Isntitut Mendelin pekan depan meskipun tidak ada hubungan diplomatik Israel dan Indonesia.

(fiq/rmol/pojoksatu/CNN/jOSSS)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel