Real Madrid Juara Champion, Zidan Mengundurkan Diri Jadi Pelatih. Kenapa?




REPUBLIKA.CO.ID, MADRID -- Zinedine Zidane membuat keputusan mengejutkan. Ia mengumumkan mengundurkan diri sebagai pelatih Real Madrid dalam konferensi pers yang digelar Kamis (31/5) siang waktu Madrid. Seperti dikutip dari AS, Zidane tidak akan menangani Los Blancos untuk musim 2018/19.

"Saya tidak lelah menangani tim. Saya sudah menangani klub ini selama tiga tahun, tetapi saya pikir waktunya untuk saya meninggalkan klub sekarang," kata dia kepada para pewarta.

Ia mengatakan, ada tahapan dan periode dalam hidup yang harus dilalui. Terkait menangani Madrid, ia mengaku harus tahu saatnya berhenti.

"Saya pikir ini keputusan yang tepat untuk tim," ungkapnya.

Zidane merasa, akan berat bagi Madrid musim depan jika ia bertahan di Santiago Bernabeu. Ia memberi contoh kegagalan Madrid menjuarai Copa del Rey dan La Liga musim 2017/2018.

Ia menegaskan, keputusan ini mutlak berasal darinya. Tidak ada kaitan dengan para pemain.

"Setelah tiga tahun, sulit mempertahankan standar tinggi seperti ini," kata dia.

Zidane memimpin Madrid meraih tiga trofi Liga Champions berturut-turut dengan kemenangan di Kiev, Ukraina, pekan lalu. Kemenangan Madrid 3-1 atas Liverpool memastikan Madrid meraih gelar Liga Champions ke-13, tiga di antaranya diraih saat Zidane menjadi pelatih.

Hasil ini membuat tim Madrid asuhan Zidane disejajarkan dengan Ajax dan Bayern Muenchen yang mencapai prestasi luar biasa yang sama pada era 1970-an.

Zidane juga punya catatan mentereng sebagai pelatih Madrid. Dari delapan final bersama Zidane, Madrid memenangkan semuanya.

Zidane Telah Buat Keputusan Terbaik Mundur dari Madrid


Fabio Capello menilai Zinedine Zidane telah mengambil keputusan tepat mundur sebagai pelatih Real Madrid. Mantan pelatih Madrid ini percaya, Zidane layak mendapat pujian karena membuat keputusan tersebut.

"Dia telah membuat keputusan terbaik untuk pergi karena tidak ada atmosfer yang bagus di Madrid. Dia tahu bahwa jika dia tidak memenangkan Liga Champions, dia akan dipecat," kata Capello kepada Sky Sports, dikutip Marca, Kamis (31/5).


Menurut Capello, Zidane telah mengetahui ini sejak tiga bulan lalu. Alhasil, mundur disebutnya sebagai keputusan yang tepat.

"Atas apa yang telah dia menangkan, tentu saja dia salah satu yang luar biasa. Sekarang, dia harus membuktikan itu di tempat lain, meskipun dia sudah pasti salah satu yang terbaik dalam sejarah Real Madrid," kata Capello.

Zidane memenangkan sembilan trofi dari 13 yang tersedia dalam dua setengah tahun kepemimpinannya. Bersama Zidane, Madrid mencetak sejarah tiga kali berturut-turut memenangkan Liga Champions.

Pria Italia itu tidak bisa menahan diri untuk tidak memberikan kritik bagi Presiden Madrid Florentino Perez. Ia merasa segala sesuatunya mungkin belum berubah sejak terakhir ia melatih Madrid.

Capello memegang Los Blancos pada musim 1996/1997 dan 2006/20017. Dalam dua kesempatan itu, Capello mempersembahkan gelar La Liga. Pada kesempatan pertama, Madrid masih dipimpin Lorenzo Sanz sebagai presiden. Namun periode kedua, Perez sudah memegang jabatan sebagai presiden.

"Selalu ada banyak kontroversi di Real Madrid dan Florentino Perez selalu ingin menjadi pelatih sendiri. Ketika dia menang, dia bahagia dan ketika dia tidak, orang lain yang harus disalahkan untuk itu. Walau menang di sana, saya tetap dipecat," ungkap Capello.

Capello yang baru-baru ini engumumkan berhenti dari dunia kepelatihan menilai sejumlah nama pantas menggantikan Zidane. Nama-nama yang beredar di media dinilainya layak, yaitu Guti, Antonio Conte, Maurizio Sarri, dan Mauricio Pochettino.