Palestina Bela Turis Indonesia yang Tak Bisa Masuk Israel



TEMPO.CO, Jakarta - Palestina angkat suara atas kebijakan Israel yang melarang wisatawan dari Indonesia masuk negara Bintang Daud itu untuk berziarah. Palestina akan berusaha semaksimal mungkin untuk menyelesaikan masalah ini dan mengembalikannya seperti semula.

"Pada dasarnya ini adalah hak bagi mereka, para turis, yang ingin ziarah ke tanah suci yang ada di Yerusalem," kata Wakil Menteri Luar Negeri Palestina, Taysir Jaradat, Kamis, 31 Mei 2018, ditemui dalam acara Konferensi Kerja Sama antar negara-negara Asia timur bagi perkembangan Palestina atau CEAPAD SOM, di Hotel Borobudur, Jakarta.

Jaradat menjelaskan, masyarakat Palestina sangat senang saat melihat para turis Indonesia masuk ke tanah suci Yerusalem dan menziarahi tempat-tempat suci di sana. Aturan yang diterbitkan oleh Israel tidak dibenarkan dan Palestina tidak menerima itu. Yerusalem adalah kota yang masih diperebutkan Israel dan Palestina.



Sementara itu dikutip dari situs ynetnews.com pada Kamis, 31 Mei 2018, diperkirakan sekitar 10 ribu wisatawan asal Indonesia tiba di Israel setiap tahunnya. Angka statistik ini secara konsisten terus mengalami kenaikan. Pada 2013, sekitar 30 ribu turis Indonesia berziarah ke Israel. Jumlah itu naik tiga kali lipat dibanding 2009.

Turis Indonesia biasanya berkunjung ke Israel selama empat hari sebagai bagian dari wisata rohani, meliputi Yordania, Israel dan Mesir. Dengan terbitnya larangan turis Indonesia masuk Israel, maka hal ini membuat hubungan dua negara yang tidak memiliki hubungan diplomatik, menghangat.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel