Membaca Pertemuan Amien, Prabowo, dan Habib Rizieq di Makkah



Oleh: Amri Amrullah, Fauziah Mursid, Joko Sadewo /Jurnalis Republika

Di tengah wacana pertemuan tokoh reformasi Amien Rais dan Presiden Joko Widodo, publik dikejutkan dengan adanya pertemuan tokoh-tokoh nasional di Makkah, Arab Saudi. Sambil beribadah umrah, Amien Rais, Prabowo Subianto, dan Habib Rizieq Shihab (HRS) bertemu dan saling mendoakan.

Prabowo dan Amien sempat bertemu di depan Ka'bah. Tidak ada pembicaraan politik di antara mereka pada pertemuan di tempat suci itu. "Selepas dini hari waktu Makkah, yakni pada 2 Juni, Pak Amien dan rombongan sudah selesai umrah. Beliau tetap di Masjidil Haram untuk shalat sunah dan ibadah lainnya,” kata anggota Dewan Kehormatan PAN, Dradjad Wibowo, Sabtu (2/6).







Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais, dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menjalankan ibadah umrah di Makkah.


Sekitar pukul dua waktu setempat, kata Dradjad, Prabowo menginformasikan kalau bersiap-siap menuju Masjidil Haram untuk memulai thawaf. Amien dan Prabowo bertemu usai Ketua Umum Gerindra itu selesai menunaikan shalat sunah dua rakaat setelah thawaf.

Keduanya berdoa bersama, saling menanyakan kabar, berfoto dan menunggu sholat Subuh. "Beliau berdua dan rombongan kembali ke hotel masing-masing ba’da Shalat Subuh," kata Dradjad.

Pertemuan berlanjut dengan Habib Rizieq di mana Habib sempat menjadi imam Shalat Ashar. Ketiganya berbincang santai dan sempat melakukan perbincangan terbatas.

Dradjad mengatakan pertemuan ketiga tokoh tersebut berlangsung pada pukul 15.00 waktu Makkah. "Setelah berbincang santai beberapa saat, kemudian bertiganya berbincang terbatas sementara rombongan menunggu di bawah," kata Dradjad.







Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, bertemu di depan kabah.

Silaturahim Amien Rais, Prabowo Subianto, dan Habib Rizieq ini menghasilkan kesepakatan bahwa umat Islam dan anak bangsa Indonesia yang peduli terhadap situasi negara Indonesia perlu lebih intensif bersilaturahim.

"Perlu merapatkan barisan karena pemilu legislatif dan Pilpres 2019 nanti sangat menentukan masa depan Indonesia," kata Dradjad.

Selain kesepakatan itu, menurut Dradjad, ada beberapa kesepakatan lainnya. "Tapi mohon maaf masih belum saatnya disampaikan terbuka," ungkap dia.

Pertemuan Amien, Prabowo, dan Habib dilakukan di kediaman Habib Rizieq. Lokasinya sekitar 15 menit dari Masjidil Haram. "Itu kalau perjalanannya memakai mobil," kata politikus senior PAN tersebut.

Mengapa di sana? Menurut Dradjad, karena Prabowo memang berniat menengok Habib Rizieq yang sampai saat ini tidak bisa pulang ke Tanah Air. "Pak Amien sepakat karena beliau memang terbiasa menengok teman, tanpa memandang status dan posisi. Pegawai pun sering beliau tengok," paparnya.

Pertemuan rombongan besarnya, menurut Dradjad, berlangsung hampir dua jam, dari sekitar pukul 15.00 hingga hampir pukul 17.00 waktu Makkah. Pertemuan ditutup Shalat Ashar berjamaah.

Untuk pertemuan terbatas antara Habib Rizeq, Prabowo, dan Amien berlangsung sekitar satu jam. "Banyak masalah bangsa yang dibahas," papar Dradjad.

Pertemuan versi FPI

Ketua DPP FPI Habib Muchsin Alatas mengungkapkan pertemuan ketiga tokoh ini di Tanah Suci membahas hasil rekomendasi Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Persaudaraan Alumni 212 (PA 212) terkait pemilihan presiden 2019.

"Memang ada keinginan umrah saat Ramadhan dan kebetulan ada rekomendasi bersama dari Rakornas PA 212, jadi tambah mempercepat ingin bertemu sambil silaturahmi," ujar Habib Muchsin Alatas, Sabtu (2/6).

Muchsin tidak membantah salah satu agenda pertemuan itu adalah pembahasan calon presiden dari hasil rekomendasi Rakornas PA 212, Selasa (29/5). Ia mengatakan, mungkin pembahasannya mengenai nama-nama capres hasil rekomendasi Rakornas PA 212 tersebut.

Kelima nama hasil rekomendasi rekornas PA 212 di antaranya Habib Rizieq Shihab, Prabowo Subianto, Gubernur Nusa Tenggara Barat Tuan Guru Bajang Zainul Majdi, Ketua Umum Partai Bulan Bintang Yusril Ihza Mahendra, dan Ketua umum Partai Amanat Nasional Zulkifli Hasan.

Habib Muchsin menegaskan, Habib Rizieq masih enggan dicapreskan. "Bahkan Habib Rizieq berkali-kali menyatakan 'saya tidak akan nyapres' dan tidak ingin dicalonkan. Cuma ingin Indonesia ini mempunyai sebuah perubahan pada yang lebih benar dan lebih baik ke depan. Itu saja," paparnya.


Jangan persoalkan pertemuan ketiga tokoh

Wakil Sekretaris Jenderal PAN Saleh Partaonan Daulay mempertanyakan pihak yang mempersoalkan ibadah umrah para tokoh politik ini. Menurut Saleh, tidak sepantasnya niat dan pelaksanaan ibadah orang lain dipersepsikan negatif.

Apalagi, ibadah tersebut dilaksanakan di Tanah Suci. "Justru, mereka yang mempersepsikan negatif itulah yang perlu dilihat motifnya. Apa motif mereka menyebut ini umrah politik? Apakah ada intensi untuk mendegradasi makna ibadah yang dilaksanakan?" ujar Saleh, Sabtu (2(6).

Saleh menegaskan, dalam khazanah fikih dan ajaran Islam, tidak ada yang disebut umrah politik. Istilah tersebut keluar setelah ibadah umrah Amien dan Prabowo yang pelaksanaannya dalam waktu yang bersamaan.

Wakil Ketua Komisi IX DPR itu menuturkan, jika pun saat para tokoh itu sedang beribadah dan bertemu, hal itu hanyalah silaturahim biasa. Saleh meyakini jika pun ada pertemuan dan silaturrahim di Tanah Suci, tentu yang dibicarakan berkenaan dengan solusi terhadap persoalan bangsa Indonesia.

Hal ini tidak ada bedanya dengan silaturahim yang dilaksanakan di Indonesia. Oleh sebab itu, Saleh meminta agar pertemuan ini tidak perlu dikhawatirkan apalagi dipersoalkan secara serius.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel