Kemenag Tak Akui Ada WNI yang Jadi Imam Masjidil Haram




Beredar pesan berantai di media sosial yang menyebutkan seorang pemuda asal Indonesia menjadi Imam Masjidil Haram di Makkah Arab Saudi. Pria itu bernama Ashal Yantu bin Jumri Bakri Al Banjari.

Namun Kementerian Agama membantah hal tersebut. Kabiro Humas Kemenag Mastuki memastikan saat ini tidak ada Warga Negara Indonesia (WNI) yang menjadi Imam Masjidil Haram di Makkah Arab Saudi.

"Tapi (yang bersangkutan) ini bukan menjadi Imam Masjidil Haram. Yang bersangkutan, Ashal itu bukan imam Masjidil Haram, tapi Imam Masjid Birrul Walidain di Makkah, di Makkah kan banyak masjid," kata Mastuki kepada kumparan, Sabtu (9/6).

Mastuki menjelaskan, Ashal menjadi imam shalat rawatib, tarawih, dan qiyamul lail di beberapa masjid di Makkah, antara lain Masjid Al-Bashawiri dan Masjid ‘Asyur Bukhari (2012), Masjid Ar-Ridha (2013), Masjid Syekh ibn Utsmain (2014), Masjid Bin Laden (2015), dan Masjid Birrul Walidain (2016, 2018).

"Jadi yang bersangkutan sudah menjadi imam di beberapa masjid di Makkah, sekarang menjadi masjid Birrul Walidain itu di Makkah.

Mastuki mengatakan, Ashal memang asli keturunan Banjar, orang tuanya berasal dari Kandangan, Banjar. Ashal lahir di Makkah, saat ini usianya kurang lebih 21 tahun.

"Yang viral yang tadi saya lihat itu haflah di Al Jamiah Al Khairiah, di salah satu universitas itu, saya tak tahu persis di mana tempatnya," ujar Mastuki.

"Al-Hafidz Ashal menamatkan bacaan dan hafalan Alquran serta rutin mereview di bawah bimbingan Imam Masjidil Haram Syekh Dr Hasan Bukhari, bahkan sudah menamatkan Alquran riwayat Syu’bah bin ‘Ashim Al-Kufi di bawah bimbingan Imam Masjidil Haram," pungkasnya.

Artikel Asli

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel