Hidayat Nur Wahid Balas Cuitan ‘Sarang Nyamuk’ Mahfud MD Singgung Felix Y Siaw dan Ratna Sarumpaet



POJOKSATU.id, JAKARTA – Wakil MPR Hidayat Nur Wahid membalas cuitan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) yang juga anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Mahfud MD.

Hidayat menilai, cuitan Mahfud MD soal cara memberantas sarang nyamuk tidak bisa diterapkan dalam meredam protes masyarakat terkait tingginya gaji pejabat BPIP.

Menurut Hidayat, publik yang mengkritisi tingginya gaji BPIP berasal dari berbagai kalangan dan tidak bersumber dari satu sarang.


“Kalau mau obyektif, maka yg mengkritik terbuka kpd BPIP, bukan dari 1 “sarang”, ada tokoh, media dan masyarakat yg beragam. Misalnya Fadhli Zon, Alvin Lie, Ratna Sarumpaet, jg Felix Siaw. Bbrp koran malah jadikan sbg HeadLine (PosKota, RakyatMerdeka 2x, Radar Bogor yg 2x digruduk itu),” cuit Hidayat melalui akun Twitter pribadinya, Sabtu (2/6).

Sebelumnya, Mahfud MD mengaku punya cara menghadapi kritik tentang hak keuangan BPIP. Mahfud mengibaratkan menyemprot sarang nyamuk dengan pestisida.

“Kalau Anda digangu banyak nyamuk dan terlalu malas atau lelah untuk menepuknya satu persatu maka cari sarangnya kemudian semprot dgn perstisida, pasti gangguan nyamuk akan berakhir, paling tinggal satu satu yg nongol dan tak perlu diacuhkan,” cuit Mahfud.


Mahfud juga mengutip kalimat dalam novel karya Andrea Hirata yang menyebutkan “Kalau Anda ingin mengendalikan ribuan burung pekatik yg mungkin menggangu Anda tembak atau ambil dan sandera rajanya, maka pekatik-pekatik takkan menggangu Anda tapi menunggu belas kasihan Anda agar rajanya tak diapa-apakan”.

Menurut Mahfud, nyamuk adalah sumber penyakit yang harus dibasmi. Sebab, kalau dibiarkan, nyamuk akan menyebarkan penyakit, seperti DBD dan malaria.

“Nyamuk itu penyebar penyakit, bisa membunuh dengan DB atau malaria. Makanya setiap negara punya program fogging atau semprot nyamuk. Setiap yg jd penguasa hrs menyemprot nyamuk2 sbg sumber penyakit tetapi harus mengembangkanbiakkan merpati yang berwatak tak pernah ingkar janji,” tandas Mahfud.
(one/pojoksatu)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel