Hasil Otopsi Mayat dalam Box di Musola, Polisi Temukan Keganjilan



BANJAR – Direktorat Serse Kriminal Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan masih mendalami kasus penemuan mayat dalam box di musala Al Musyarrofah, Jalan Bakti, RT 03, Desa Pemakuan Laut, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar.

Identitas mayat sudah diketahui, namanya Linda Wati. Pelaku juga sudah ditangkap, namanya Husni Thamrin alias Riyad.

Kepala Polda Kalsel Brigadir Jenderal Rachmat Mulyana mengatakan, kepolisian akan memeriksa kejiwaan Riyad alias Iyad, pembunuh Linda Wati.


“Untuk mengetahui kita akan periksa kejiwaan pelaku,” ucap Rachmat usai memeriksa Pos Pengamanan Hari Raya Idul Fitri tahun 2018 di Jalan Simpang Ulin, Banjarmasin Tengah, Senin (11/6) siang.

Hal ini atas dasar dugaan ganjilnya prilaku Riyad. Polisi menemukan banyak keganjilan, baik dari keterangan maupun sikap pelaku. Dia membunuh Linda yang diakuinya sebagai istri siri, lalu mayatnya dilipat agar bisa muat dalam kotak dan diikat menggunakan tali rafia.

Kemudian mayat dibungkus dalam plastik hitam besar yang dilapisi lembaran karung beras, kemudian dimasukkan ke dalam box plastik berwarna putih. Kotak ini kemudian dititipkan di sebuah musala di Desa Pemakuan Laut Sungai Tabuk.

“Logika saja, udah membunuh, dimasukan dalam boks container lalu di bawa pakai motor dan meletakkan di Langgar, nyali pelaku luar biasa,” ucap Rachmat.

Karena itu, Rahmat sudah memerintahkan kepada anggotanya untuk menggali penyebab pelaku sampai tega menghabisi korban. “Motifnya masih kita gali,” tambahnya.

Sementara hasil otopsi yang dilakukan tim forensik RSUD Ulin Banjarmasin, diketahui jika korban dihabisi dengan cara lehernya dijerat menggunakan tali. Juga ditemukan luka di bawah kulit kepala bawah rambut bagian belakang.

“Sebab kematian diduga adanya trauma lecet dan tekanan di leher sehingga terjadi sumbatan oksigen dan menimbulkan tanda dan tidak mendapatkan aliran oksigen di organ utama,” terang Kabid Dokkes Polda Kalsel AKBP dr Erwinn Zainul Hakim didampingi Paur Doksik Ipda Supriadi.

Sebelumnya, warga Desa Pemakuan Laut di Sungai Tabuk heboh, Minggu (10/6). Mereka mendapati mayat di Musala Al Musyarafah. Mayat di dalam kotak plastik yang dititipi orang tidak dikenal ke musala tersebut, Musala Al Musyarafah sendiri terletak di tepi jalan Gubernur Syarkawi atau Jalan Tembus Km 17. M Said.

Salah seorang saksi mata mengatakan, dia sempat melihat kedatangan seorang pria dengan sepeda motor Yamaha Jupiter butut yang membawa kotak itu di belakang jok motor. Saat itu, Said bersama beberapa rekannya bersantai di teras musala setelah tadarusan berjemaah.

Yang lebih dramatis lagi, Said dan jemaah sendiri bahkan membantu pengendara tersebut menurunkan kotak itu dari motornya.

Ia bersama dua rekannya mengangkat boks itu ke teras musala bersama pelaku yang mengenakan helm tertutup. Pelaku cukup ramah. Dia mohon menumpang meletakan boks tersebut di musala.

Selanjutnya, pelaku mengaku inin pulang ke rumahnya karena ponsel miliknya ketinggalan.

Setelah box plastik dibuka usai salat Subuh, ternyata isinya mayat dengan kondisi mengerikan. Korban diikat dan dilipat dalam kotak.

Belakangan pelaku diketahui bernama Husni Thamrin. Pria yang akrab disapa Riyad ini ditangkap di sebuah rumah sewaan remang nan tersembunyi di kawasan Sultan Adam, Banjarmasin.

Kepada petugas, Riyad mengatakan Linda adalah istrinya. Pada malam kejadian, Riyad sempat meminta Linda untuk memijitnya. Namun Linda menolak. Mereka kemudian bertengkar.

Karena sudah gelap mata, Riyad mengambil tali rafia dan kemudian tiba-tiba menjerat leher istrinya dari belakang. Tanpa memedulikan istrinya yang megap-megap, dia terus menekan tarikannya hingga akhirnya Linda tewas. “Saya melihat dia seperti hantu,” ucap Riyad.

(lan/ay/ran/prokal/pojoksatu)