Gatot Cium Tangan SBY, Ke Prabowo dan Megawati Kapan?



Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo angkat suara terkait fotonya saat mencium tangan mantan Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Dilansir TribunWow.com, hal itu diungkapkan Gatot melalui akun Twitternya, @Nurmantyo_Gatot, yang diunggah pada Minggu (3/6/2018).

Diketahui, keduanya bertemu saat acara buka bersama yang diadakan mantan Menteri Koordinator Perekonomian Chairul Tanjung, di kediamannya, Sabtu (2/6/2018).

Gatot mengatakan cium tangan itu dalam bentuk penghormatan kepada SBY.
Mantan panglima TNI itu mengatakan bahwa SBY sudah menjadi orang tuanya sendiri.

"Saya ini prajurit, lahir dari keluarga prajurit, dan kini, saya pensiun setelah melengkapi bakti saya pada negara. Orang yang saya cium tangannya ini sudah seperti orang tua saya, Pak @SBYudhoyono memimpin bangsa ini 10 tahun sebagai Presiden," tulis Gatot Nurmantyo.

"Saya diberi kesempatan banyak oleh beliau. Dalam suasana Ramadan mari kita berdoa, Semoga Allah memberi beliau keberkahan umur ... Aamin”, imbuh dia.

Sementara itu menurut  pengamat politik dari Universitas Paramadina Hendri Satrio dilansir Rmol, Senin (4/6/2018).Aksi cium tangan yang dilakukan mantan Panglima TNI Jenderal (purn) Gatot Nurmantyo kepada Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) merupakan sebuah kode.

Gatot memberikan kode kepada para elit politik di negeri ini bahwa dia adalah orang yang berada dipihak SBY. Dengan kata lain, dalam pilpres nanti dia akan menurut pada perintah SBY.

“Iya, itu ngasih kode komunikasi politik, ‘saya nurut SBY’,” ujar

Kode dari Gatot itu diyakini turut mengundang bahaya bagi pencapresannya di Pilpres 2019. Sebab, dia seolah menutup pintu untuk didukung poros Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto.

Namun demikian, Hendri Satrio menyebut bahwa peluang Gatot didukung poros Mega dan Prabowo masih ada. Salah satunya, dia menyarankan agar Gatot melakukan hal yang sama ke SBY, kepada Mega dan Prabowo.

“Kalau sampai cium tangan keren itu usahanya. Asal yang punya tangan mau dicium,” tukasnya.




(ian/rmol/pojoksatu)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel