Anggota DPRD dari PDIP Meninggal Usai Minum Air Putih Pemberian Istri




POJOKSATU.id, BALI – Kabar duka datang dari DPRD Bangli. Anggota DPRD Bangli, Made Bawa menghembuskan nafas terakhirnya usai minum air putih pemberian istri pada Kamis (7/6) sekitar pukul 02.00 dinihari.

Wayan Wirya rekan almarhum di DPRD Bangli yang melayat ke rumah duka mengungkapkan, berdasarkan penuturan pihak keluarga sebelum meninggal, almarhum sebenarnya sempat ke Kantor DPC PDIP Bangli.

Kemudian sekitar sore hari, Ketua Komisi I  DPRD Bangli itu pulang ke rumahnya di Siakin, lalu berkumpul bersama keluarga.


Kegiatan itu berlanjut dengan kedatangan Perbekel Siakin hingga almarhum kembali ngobrol dengan tamunya sampai pukul 23.00, sebelum akhirnya beristirahat (tidur).

“Dari cerita kakaknya, sekitar pukul 01.30 dinihari tadi (kemarin, Red), almarhum sempat terbangun dan meminta air minum pada istrinya,” ceritanya.

Setelah minum air putih pemberian istri itulah, pria yang sudah dua periode duduk di dewan Bangli ini rebah hingga membuat istrinya panik.

Saat itu juga almarhum yang juga mantan Perbekel Desa Siakin itu langsung dicarikan bidan. Sayangnya setelah bidan datang dan memeriksa kondisi almarhum, beberapa saat kemudian almarhum dinyatakan telah meninggal dunia.

“Saya terakhir berkomunikasi dengan beliau itu sekitar hari Rabu (6/6). Ketika itu beliau menelepon, dan menyampaikan kepada saya supaya melengkapi saksi (persiapan Pilgub) di beberapa desa di Kintamani Barat yang masih kosong,” ceritanya.

Sedangkan Ketua DPRD Bangli Ngakan Kuta Parwata yang dihubungi melalui sambungan ponselnya juga membenarkan meninggalnya rekan sejawatnya itu dinihari kemarin. Dari ceritanya pula, dia mengetahui kalau almarhum memang memiliki riwayat sakit diabetes. Namun belum bisa dipastikan apa yang menjadi penyebab beliau meninggal dunia.

“Ya meninggalnya dinihari tadi. Cuma seperti apa kejadiannya saya belum dapat informasi pastinya. Tapi beberapa tahun terakhir beliau memang memiliki riwayat sakit diabetes,” ucapnya.

Disinggung mengenai kapan upacara akan digelar, pria ini mengaku belum mendapatkan informasi kapan upacara akan dilaksanakan.

“Belum saya belum dapat informasi terbaru. Soalnya ini baru selesai tes (caleg) di DPC. Nanti saya kabari lagi ya,” pungkasnya.

Sementara itu Ketua DPC PDIP Bangli Sang Nyoman Sedana Arta yang dikonformasi membenarkan meninggalnya salah satu kader PDIP terbaik Bangli itu. Namun dia mengaku tidak mengetahui pasti apa penyebab kader yang memiliki pendukung militan di Kecamatan Kintamani itu meninggal dunia.

“Informasinya beliau memiliki riwayat penyakit diabetes dan jantung. Tetapi saya kurang tahu pasti apa penyebabnya beliau meninggal,” ucapnya.

Bagi Sedana Arta, sosok almarhum sendiri dia kenal sebagai kader disiplin, meski pendiam. Karena setiap penugasan yang diberikan partai, pasti akan dilaksanakan dengan baik. Terlebih dia tahu almarhum telah bergabung dengan PDIP sejak lama, jauh sebelum menjadi anggota DPRD Bangli.

(bx/wid/ima/yes/jpr/pojoksatu)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel