Ali Mochtar Ngabalin Sedih Lihat Kelakuan Amien Rais



POJOKSATU.id, JAKARTA – Tenaga ahli utama Kantor Staf Kepresidenan, Ali Mochtar Ngabalin mengaku sedih melihat kelakuan Amien Rais.

Ngabalin menduga, rakornas Persaudaraan Alumni 212 (PA 212) lalu itu diinisasi Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional itu.

Apalagi, rakornas itu kemudian melahirkan sejumlah nama capres dan cawapres Pilpres 2019 mendatang.


Demikian disampaikan Ali Mochtar Ngabalin ditemui di kantor DPD I Golkar Jakarta, Cikini, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (1/6/2018).

Karena itu, salah seorang pendiri PA 212 tersebut tak terima PA 212 menjadi alat politik praktis.

“Saya tidak mau Persaudaraan Alumni 212 itu dipakai sebagai alat politik praktis,” tegasnya.

Ngabalin menyarankan, agar Amien yang juga menjabat Ketua Dewan Penasihat PA 212 itu memakai PAN untuk urusan politik praktis, bukan PA 212.

“Pak Amien punya Partai Amanat Nasional, kenapa tidak dipakai itu, kasihan,” lanjutnya.

Politisi Golkar itu menambahkan, dirinya ikut saat lahirnya Presidium 212. Ia juga ikut saat Presidium 212 menjadi PA 212.

“Pendiri adalah seluruh orang yang datang di Monas, pemegang saham adalah seluruh orang yang datang di Monas, saya ikut mendirikan,” paparnya.

Ia menilai, kalau memang Amien dan pengurus PA 212 ingin ingin mencalonkan sosok tertentu, harusnya menggunakan wadah partai politik.

“Bukan menggunakan wadah organisasi yang dibentuk secara emosional terikat dengan semua orang yang terlibat dalam aksi demonstrasi ‘Aksi Bela Islam’ itu,” tegas dia.

Karena itu, Ngabalin mengaku sedih jika melihat PA 212 digunakan untuk kepentingan politik praktis.

“Sebagai Ketua Umum PP Badan Koordinasi Mubalig Seluruh Indonesia saya sedih. Saya tujuh tahun menjadi Ketua Umum Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Seluruh Indonesia, saya dari Ikatan Pelajar Muhammadiyah, dari Pelajar Islam Indonesia,” beber Ngabalin.

Menurutnya, akan lebih pas jika kepentingan politik praktis disalurkan ke partai politik masing-masing.

“Disalurkan kembali ke PAN punya Amien Rais, yang mau masuk Gerindra masuk Gerindra, yang mau masuk PBB, partai lain silahkan,” pungkasnya.

Untuk diketahui, dalam rakornas PA 212 di Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (29/5/2018) menghasilkan sejumlah nama capres-cawapres rekomendasi.

Untuk capres, ada nama Habib Rizieq Shihab, disusul Prabowo Subianto, Tuan Guru Bajang Muhammad Zainul Majdi, Yusril Ihza Mahendra dan Zulkifli Hasan.

Sedangkan untuk cawapres, ada nama di antaranya Ahmad Heryawan, Hidayat Nurwahid, Yusril Ihza Mahendra, Anis Matta, Zulkifli Hasan, Bachtiar Nasir dan Anies Baswedan.

(ruh/pojoksatu)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel