Viral, Baliho Atas Nama PDIP ‘Puasa 1 Syawal 1439 H’




duta.co – Biasa, momen bulan suci ramadhan ucapan selamat berupa spanduk, baliho, marhaban ya ramadhan bertebaran di mana-mana. Lucunya, Minggu (13/5/2018) pagi beredar (viral) foto baliho atas nama PDIP dengan ucapan keliru, “Marhaban ya Ramadhan, Selamat Menunaikan Ibadah Puasa, 1 Syawal 1439 H”.
Tidak jelas, apakah foto yang sedang viral itu, editan atau asli. Yang jelas, kesalahan serupa pernah terjadi saat menyambut momen ramadhan 1432 H. Adalah spanduk Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan, Kota Tangerang Selatan yang menulis kalimat hampir sama.
“Seluruh Keluarga Besar Pengurus Ranting Buaran Mengucapkan, Selamat Menunaikan Ibadah Puasa 1432 H, Tangerang Selatan”. Demikian bunyi pesan dalam spanduk tersebut. Spanduk itu juga memajang foto Megawati Soekarnoputri bersama logo banteng moncong putih.

Tulisan yang seharusnya bulan Ramadan berubah menjadi 1 Syawal (di mana hari itu diharamkan puasa), akhirnya menjadi perbincangan di BlackBerry Messenger saat itu. Tak hanya itu, ada juga spanduk hari Kartini 20 April. Padahal perayaan Hari Kartini itu, jatuh pada 21 April.
Yang terakhir ini sempat membuat Tjahjo Kumolo (Sekjen DPP PDI Perjuangan kala itu) secara terbuka meminta maaf kepada seluruh rakyat Indonesia.Tjahjo secara khusus kepada Tribunnews.com, menceritakan, Kamis siang kemarin (22/04/2011), timnya mencari sebab adanya kekurangtelitian dengan mengumpulkan semua stafnya yang biasa membuat spanduk. Sekitar 25 buah spanduk yang rencana dipasang, baru diketahui salah tanggal setelah 4 buah spanduk terpasang.
Baliho ‘Puasa 1 Syawal 1439’ ini pun mengudang banyak komentar. Lucu-lucu, tetapi tidak semua komentar layak dimuat secara umum. Intinya, membuat spanduk, baliho memang harus cermat. Kesalahan kecil bisa berakibat fatal. “Ingat! Sang Proklamator Negeri ini berpesan agar jangan sekali-kali melupakan sejarah. Tidak ada sejarahnya 1 Syawal puasa, haram…,” begitu tulis seorang netizen.
“Alamaaaak, 1 Syawal mah Lebaran. Di mana-mana Lebaran haram buat puasa. Salah nyetak tuh partai. Atau jangan-jangan yang buat pengen langsung Lebaran,” demikian yang lain. Sampai berita ini diturunkan, duta.co belum mendapat komentar dari PDIP. (mky)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel