Partai-Partai Ini Dukung Pemprov DKI Jual Saham Bir





Republika   ~ JAKARTA -- Fraksi Partai Demokrat-PAN DPRD DKI Jakarta mendukung penuh kebijakan Pemprov DKI yang ingin melepas saham di PT Delta Djakarta. Demokrat dan PAN berkomitmen untuk mengawal kebijakan itu saat membutuhkan persetujuan di DPRD hingga goal dalam rapat paripurna.

Ketua Fraksi Demokrat-PAN Taufiqurrahman menilai, cukup banyak alasan bagi Pemprov DKI menjual saham di perusahaan produsen bir tersebut. Fraksi yang dipimpinnya, ungkap Taufiq, menganggap kepemilikan saham di perusahaan itu lebih banyak unsur negatifnya daripada manfaatnya sehingga lebih baik dilepas.

"Mudharatnya apa, pemprov secara tidak langsung telah mendukung keberadaan peredaran minuman beralkohol di Jakarta dan Indonesia," kata Taufiq, Jumat (18/5).

Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan mengumumkan pelepasan saham di PT Delta Djakarta sebesar 26,25 persen. Saham itu dimiliki sejak 1970-an dan Pemprov DKI ditargetkan bisa mendapatkan pemasukan sebesar Rp 1 triliun.

"Pemprov memastikan akan melepas 26,25 persen saham di perusahaan PT Delta Djakarta, perusahaan pembuat bir. Jadi, 26,25 pasti dilepas, bukan akan. Ini komitmen kita," kata Anies saat konferensi pers di Balai Kota DKI, Rabu (16/5) malam WIB.

Menurut Taufiq, sudah banyak kejadian buruk yang timbul akibat minuman beralkohol. Artinya, DKI juga punya andil dalam kekacauan yang disebabkan minuman beralkohol karena telah menyertakan modal di salah satu produsennya. Di sisi lain, sambung dia, semua pihak juga tak boleh menutup mata bahwa Pemprov DKI mendapat bagi hasil keuntungan cukup besar.




Taufiq pun meminta Pemprov DKI tak ragu menjual saham di PT Delta Djakarta tersebut. Dia mengaku prihatin jika ada pihak-pihak yang mencoba menghambat kebijakan itu dengan alasan kinerja perusahaan baik dan secara konsisten mendatangkan profit. Dia juga menilai bahwa mengelola pemerintahan bukan hanya soal keuntungan material, melainkan juga tanggung jawab sosial secara etika dan moral.

"Ini pemerintah, bukan pebisnis yang hanya mencari keuntungan 100 persen. Pemerintah punya tanggung jawab sosial secara etis dan moral untuk melindungi warganya," ujar Taufiq.


Dia berpendapat, produk minuman beralkohol adalah racun bagi masyarakat. Tak patut jika pemerintah mencari pendapatan melalui cara seperti itu. Mengelola pemerintahan, menurutnya, tak bisa disamakan dengan mengelola bisnis. Sebelumnya, Ketua Fraksi Nasdem DPRD DKI Bestari Barus mempertanyakan keputusan Pemprov DKI melepas saham di perusahaan yang sehat dan bisa mendatangkan keuntungan.

Pendapat itu didukung Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Gembong Warsono yang menggugat alasan di balik Pemprov DKI melepas saham di perusahaan produsen bir. Gembong menilai, tak ada alasan logis yang bisa diterima terkait pelepasan saham di tengah keuangan pemda yang baik-baik saja.




Ketua Fraksi PKS DPRD DKI Abdurrahman Suhaimi menyatakan, fraksinya mendukung penuh dan siap meloloskan kebijakan ini di paripurna DPRD nantinya. Suhaimi tak sependapat dengan penilaian sebagian pihak yang menyebut tak ada urgensi melepas saham. Dia justru beranggapan meletakkan saham di PT Delta Djakarta tak ada manfaatnya.




Menurut Suhaimi, hasil penjualan saham bisa dialihkan untuk kebutuhan warga DKI yang lebih prioritas, seperti di bidang pendidikan, pangan, atau kebutuhan air. Dengan cara itu, ia menilai, uang hasil penjualan saham tersebut lebih bermanfaat daripada harus menerima dividen dari perusahaan bir.

"Dalam bahasa agamanya mungkin lebih berkah (jika saham dilepas) kira-kira begitu. Kami setuju (pelepasan saham), kita akan back-up."


Sebagaimana PKS, Fraksi Gerindra DPRD DKI selaku pengusung Anies-Sandi akan mendukung rencana pelepasan saham PT Delta Djakarta saat rapat di dewan. Gerindra akan mengajak sebanyak mungkin fraksi untuk mendukung kebijakan ini. Yang pasti, Gerindra akan mengawal penuh. "Iya (siap dukung)," kata Ketua Fraksi Gerindra DPRD DKI Abdul Ghoni.


Wakil Gubernur DKI Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan akan menggelar lokakarya dengan anggota dewan untuk meyakinkan mereka terkait kebijakan pelepasan saham di PT Delta Djakarta. Forum itu akan dijadikan sarana untuk menjelaskan ke anggota dewan bahwa pelepasan saham tak akan menurunkan pendapatan asli daerah (PAD).








Sandiaga mengatakan, hasil yang diterima dari pelepasan saham tersebut akan diinvestasikan untuk pengembangan fasilitas masyarakat sehingga dapat menciptakan lapangan kerja baru. Dia yakin investasi tersebut akan melipatgandakan PAD.

"Tapi, kita akan melakukan investasi dengan uang tersebut dan investasinya ini adalah difasilitasi masyarakat yang secara social-investment rate of return akan jauh lebih tinggi," ujar Sandiaga.

(Pengolah: erik purnama putra)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel