Laris Manis Kaos #2019GantiPresiden




INDOPOS.CO.ID - Sejak digaungkan oleh politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera pada 27 Februari lalu di media sosial, gerakan #2019GantiPresiden terus menjadi perbincangan warganet. Hingga kemudian diikuti dengan munculnya sejumlah souvenir untuk mendukung aksi tersebut.



Mardani menganggap viralnya tulisan #2019GantiPresiden yang disablon di kaos, mug, topi, dan lainnya, merupakan salah satu respons masyarakat atas kegagalan pemerintah saat ini.

“Itu respons kreatif pada pemerintah yang gagal memenuhi janjinya,” kata Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera kepada INDOPOS, Senin (9/4).

Era keterbukaan saat ini, lanjut dia memungkinkan masyarakat menyampaikan kritik secara kreatif. Bagi Mardani, viral #2019GantiPresiden harus disikapi arif oleh pemerintah.

“Di era milenial dan kreativitas info yang terbuka, semua jadi alat kontrol bagi pemerintah. Itu jadi pelecut bagi pemerintah untuk bekerja dengan benar dan jujur. Bukan pencitraan,” kata dia.

Mardani tak melihat jika #2019GantiPresiden itu merupakan kampanye jelang Pilpres 2019. Menurutnya, fenomena itu merupakan suara rakyat, meski belum mewakili keseluruhan warga negara Indonesia. “Bukan kampanye karena tidak mengajak milih paslon. Wong paslonnya belum ada,” ujarnya.

“Dan belum mayoritas tapi mewakili creative minority yang biasanya punya kemampuan ide dan gagasan untuk menggulirkannya jadi bola salju,” kata Wakil Ketua Komisi II DPR itu.

Video produksi kaos sablon bertuliskan #2019GantiPresiden tengah viral di medsos. Kaos-kaos tersebut dijual online oleh banyak pedagang. Salah satunya adalah usaha kaos sablon, Anton Umar.

Saat ditemui di showroom nya di kawasan Jalan Lontar, Tanah Abang, Jakarta Pusat, pria yang akrab disapa Haji Anton ini dengan lugas menyatakan bahwa awal dirinya memproduksi sejumlah souvenir dengan tulisan #2019GantiPresiden itu lebih didasari karena bagian dari menyuarakan isi hati.

"Kalau saya lihat di Facebook tulisan itu (#2019GantiPresiden) sangat viral. Awalnya saya hanya memproduksi sablon kaos untuk diri sendiri dan beberapa teman yang memang mendukung gerakan ganti presiden di pemilu 2019 nanti. Tapi ternyata produksi sablon kaos saya ini malah banyak peminat nya," ucap Haji Anton mengawali pembicaraannya dengan INDOPOS.

Peluang bisnis pun akhirnya langsung menjadi pilihan. Haji Anton yang biasa memproduksi sablonan kaos dan souvernir untuk dijual di toko-toko distro langsung memproduksi tulisan #2019GantiPresiden itu secara massal.

Tak lebih dari seminggu, Haji Anton mengungkapkan bahwa pesanan mencapai seribu kaos.

"Bahkan kini, tiga minggu sudah saya memproduksi souvenir dengan tulisan #2019GantiPresiden hampir 4.000 kaos. Dipesan oleh pedagang dari berbagai daerah yang ingin kembali menjual produk saya ini," ujarnya.

Tak hanya kaos, produk souvenir lainnya, seperti mug, pin, topi juga ikut laris dipesan. "Semuanya juga ikut laku. Hingga saya untuk sementara ini menghentikan produksi sablon untuk tulisan lain," tuturnya sambil tersenyum.

Di dalam rumah produksinya plus showroom seukuran 4x5 meter persegi ini, Haji Anton menerima pembelian baik pembelian satuan hingga grosiran.

"Kalo grosir tentu harganya jauh lebih murah dibanding satuan. Kalo kaos dari Rp 70 ribu sampai Rp 85 ribu. Mug seharga @ Rp 25.000 dan pin serta gantungan kunci @Rp 5.000," ujarnya.

"Jadi ini yang saya namakan bisnis berkah. Yakni jualan sambil bisa menyuarakan suara hati saya yang menginginkan pergantian presiden. Karena di era presiden sekarang ini, bisnis kaos sangat seret penjualannya," tandasnya menambahkan. (dil)

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel