Fiktif Itu, Fiksi yang Mengandung Kebohongan


Jika firman Allah disejajarkan dengan narasi fiksi manusia tentu tidak setara, karena Allah bukan imaginer. Ulama Muhammad Aly Ash Shabuny dalam kitabnya “ At-Tibyan “ mengungkapkan bahwa Alquran adalah kalam Allah yang tiada tandingannya (mu’jizat), diturunkan kepada Nabi Muhammad saw. penutup para Nabi dan rasul dengan perantaraan malaikat Jibril alaihissalam, ditulis dalam mushhaf-mushhaf yang disampaikan kepada kita secara mutawatir, serta mempelajarinya merupakan suatu ibadah, dimulai dengan surat Alfatihah dan ditutup dengan surat An-Naas.

Dari definisi yang disepakai oleh para ulama ini jelas bahwa Al-quran sampai kepada kita bukan melalui fiksi tapi melalui jalan periwayatan mutawatir sebagai sekumpulan informasi (MA'LUMAH SABIQAH) yang benar datang dari Allah swt.

Menyebut Alquran sebagai kitab fiksi, itu artinya mengakui Alquran buatan manusia. Kalau kitab suci yang diamaksud selain Alquran bisa jadi iya, karena bisa jadi kitab-kitab itu ditulis oleh manusia dan diakui sebagai firman Tuhan "kitab suci". Rocky Gerung itu kan kitab sucinya bukan Alquran, wajar sekali kalau dia bilang kitab sucinya adalah fiksi sebab menurut anggapan dia kitab itu buatan manusia.

Beda sekali dengan Alquran, sebagai kalamullah bisa dibuktikan bahwa Alquran bukan buatan manusia. Sampai detik ini belum ada manusia yang mengakui bahwa Alquran itu manusia yang buat. Kalau toh pun ada pastilah dibilang tidak waras dan akan diprotes oleh umat Islam seluruh dunia. 
Maka pembuktian Alquran sebagai firman Allah adalah muthlak.

Seperti halnya dulu orang kafir Quraisy juga menyebut bahwa Alquran itu adalah dongeng-dongeng orang-orang terdahulu, karena ma’lumat mereka banyak para rahib berdatangan silih berganti ke kota Mekah hanya bercerita tentang dongeng-dongeng. Dan ketika Alquran turun mereka menyamakan dengan dongeng-dongeng tersebut, padahal bukan.

Karena itulah Alquran membantah semua tuduhan bahwa Alquran adalah buatan manusia. Bahkan Alquran menantang semua manusia untuk membuat yang serupa dengan Alquran satu ayat saja. Hingga saat ini sudah terbukti tak satupun yang bisa menandinginya.

Menyebut Alquran itu fiksi, itu artinya menyamakan Alquran dengan novel, cerpen, cerita-cerita imaginer lainnya yang sejatinya berangkat dari khayalan manusia walau di dalam fiksi tersebut tidak ada unsur kebohongan tapi tidak juga bisa disebut bahwa fiksi itu nyata adanya baik dalam waktu dekat maupun di masa depan.

Meskipun fiksi bisa saja kejadian yang akan terjadi di masa depan tetap tidak dianggap sebagai suatu kepastian yang harus diyakini, hanya mimpi-mimpi penulisnya bisa saja ada upaya penulis untuk mewujudkannya dalam kenyataan bisa juga tidak. Bahkan tulisan fiksi juga bisa bercampur tentang khayalan dan kehidupan nyata seseorang.

Satu hal yang juga tidak boleh dilupakan bahwa tidak setiap fiksi itu jujur, ada juga yang mengandung kebohongan, itu yang disebut fiktif. Fiktif itu fiksi yang mengandung kebohongan. Disini mungkin jebakan berpikirnya sehingga orang-orang yang kadung punya keberpihakan membela habis-habisan dan membenarkan.

Misalnya ketika dikatakan bahwa surga itu adalah fiksi bukan fiktif gegara surga itu sebuah hayalan yang bakalan terwujud sehingga mendorong orang ingin masuk surga karena secara fiksi digambarkan sesuatu yang indah dan menyenangkan. Kalau hanya sekedar fiksi orang hanya mengkhayalkannya saja, tidak akan sampai pada tingkat yakin sehingga seseorang dari keyakinannya itu paham konsekuensinya bahwa masuk surga butuh ketaatan kepada Allah swt.

Kenapa Alquran bukan fiksi ? karena Alquran firman Allah dan manusia yang meyakininya sebagai firman Allah tidak menyebutkan Alquran sebagai sebuah fiksi. Alquran ya Alquan, fiksi ya fiksi. Rockky bisa saja memahami makna fiksi tapi dia tidak bisa memahami makna Alquran.Tidak bisa juga dikatakan ketika kitab suci itu tidak ada di dalamnya kebohongan lantas disebut fiksi. Disinilah kesalahan logika berpikirnya, premis-premis yang salah sehingga kesimpulannya salah.

Kitab suci itu fiksi
Fiksi bukan kebohongan
Alquran adalh fiksi

yang ini contoh logika mantiq yang salah, sebagai salah satu teknik berpikir, dalam filsafat ini biasa dipakai, disinilah setiap muslim harus berhati-hati. Kalau berkesempatan saya akan coba tulis tentang kesalahan logika mantiq ini.

wallaahu a'lam bishshowab

Fb Yanti Tanjung