Orang Terkaya Dunia: Tak Kenal Menyerah Meski Banyak Gagal





NEW YORK -- Forbes kembali merilis daftar orang-orang kaya di dunia. Forbes mencatat 259 orang kaya baru yang berhasil meraih peruntungan mereka mulai dari bisnis teknologi dan penerbangan luar angkasa hingga bisnis jet pribadi dan gaun nikah.

Dalam laporan Miliarder Forbes 2018 yang dirilis awal Maret lalu, pemilik merek Zara, Amancio Ortega, berada di posisi keenam dengan kekayaan 70 miliar dolar AS (Rp 963 triliun), turun dari 71,3 miliar dolar AS (Rp 980 triliun). Pria asal La Coruna, Spanyol itu adalah pebinsis ritel terkaya di dunia.

Dari perusahaan yang ia dirikan bersama mendiang istrinya, Rosalia Mera, Inditex, lahirlah Zara, Massimo Dutti, Pull & Bear dan lima merek lainnya dengan lebih dari 7.500 toko di seluruh dunia. Ortega masih memegang 60 persen saham dan setidaknya mendapat dividen 400 juta dolar AS (Rp 5,5 triliun) tiap tahun.

Carlos Slim Helu, orang terkaya di Meksiko merupakan orang kaya nomor tujuh versi Forbes dengan kekayaan mencapai 67,1 miliar dolar AS (Rp 923 triliun) dari 54,5 miliar dolar AS (Rp 749 triliun). Sumber kekayaan utama Helu dan keluarganya adalah Amecia Movile, perusahaan telko terbesar di Meksiko.

Orang kaya sedunia ke delapan dan sembilan adalah Koch bersaudara. Di posisi ke delapan, Charles Koch, CEO Koch Industries yang kekayaannya mencapai 60 miliar dolar AS (Rp 825 triliun) dari 48,3 miliar dolar AS (Rp 664 triliun). Charles Koch menerima pendapatan sekitar 100 miliar dolar AS (Rp 1.375 triliun) tiap tahun dari berbagai bisnis termasuk bisnis pemasangan jaringan pipa, industri kimia, hingga tisu toilet.

Di peringkat sembilan ada David Koch, Wakil Presiden Eksekutif Koch Industries yang kekayaannya mencapai 60 miliar dolar AS (Rp 825 miliar dolar AS) dari dari 48,3 miliar dolar AS (Rp 664 triliun). Saudara kandung Charles Koch ini menjadi pemegang saham pengendali di Koch Industries.

Dari posisi terakhir di 10 besar miliarder Forbes adalah Larry Ellison, pendiri dan Direktur Teknologi Oracle yang kekayaannya mencapai 58,5 miliar dolar AS (Rp 804 triliun) dari 52,2 miliar dolar AS (Rp 718 triliun). Pada 2014, Ellison mundur sebagai CEO perusahaan pencipta perangkat lunak meski saat ini masih berada di dalam dewan direksi.

Orang-orang yang berhasil membuat diri mereka hidup dengan harta berlebih secara umum memiliki satu kesamaan: tidak menyerah berapa kalipun gagal. Para miliarder di seluruh dunia sangat bervariasi, sama variatifnya dengan manuver bisnis yang mereka lakukan.

"Dari para miliarder yang saya kenal, uang memunculkan sifat dasar dalam diri mereka. Jika mereka adalah begundal saat belum punya uang, mereka tetaplah begundal saat memegang miliaran dolar," demikian perkataan Warren Buffett seperti dikutip Financial Express, beberapa waktu lalu.

Warren Buffett dikenal dunia sebagai Maestro Investasi yang bertangan dingin dalam investasi saham. Ia membangun bisnisnya di bawah perusahaan induk Bershire Hathaway.

Sementara bagi Jeff Bezos, hidup terlalu pendek untuk bergaul dengan mereka yang tidak punya berwirausaha. Buat Bill Gates, kesuksesan adalah 'guru' yang menipu. Ia menggoda orang-orang pintar untuk berpikir mereka tak bisa dikalahkan. Bill Gates, yang berhasil membuat sistem komputer terjangkau orang banyak orang di dunia, Windows, kini merupakan orang terkaya ke dua di dunia.

Sebagai orang kaya termuda dalam 10 besar miliarder dunia versi Forbes, Mark Zuckerberg pernah menyatakan, risiko terbesar adalah tak mengambil risiko. Di dunia yang berubah dengan sangat cepat, startegi satu-satunya untuk bertahan adalah mencoba dan gagal dibanding tidak mengambil risiko.

Republika