Terbongkar ! Begini Koalisi AS-Saudi-Israel Hancurkan Palestina Dan Yaman


Negara-negara Timur Tengah yang diharapkan menjadi penengah dalam konflik di Palestina dan Yaman justru memperkeruh keadaan.
Hal itu diungkapkan oleh Staff Amnesty International Indonesia, Raafi Nurkarim Ardikoesoema menanggapi sikap Arab Saudi yang justru menjadi salah satu sekutu utama Amerika Serikat dan Israel.

"Untuk di Yaman, dari yang kita harapkan negara Timur Tengah menjadi penjaga yang paling baik, tapi justru sebaliknya bom-bom yang jatuh di Yaman, khususnya di wilayah yang dikuasai oleh pemberontak Houthi di selatan, justru dari Angkatan Udara Arab Saudi yang disuplai dari Amerika Serikat," ungkapnya dalam acara refleksi akhir tahun 'Tragedi Kemanusiaan di Palestina dan Yaman' di Kawasan Kalibata, Jakarta Selatan, Sabtu (30/12).

Hal itu katanya tak jauh beda dengan konflik yang terjadi antara Israel dengan Palestina. Dimana negara-negara Timur Tengah seakan menutup mata dengan segala bentuk pelanggaran HAM berat yang terjadi di sana.

"Negara-negara Timur Tengah yang menjadi tetangga dekat Palestina kurang berperan dalam hal mengadvokasi penegakan HAM yang ketat di Palestina," sesalnya.

Padahal, lanjutnya, akibat konflik tersebut, tidak sedikit masyarakat sipil yang menjadi korban. Israel misalkan yang hingga hari ini terus melakukan tindakan represif. Tak tanggung-tanggung, pasokan air di Palestina, khususnya di Tepi Barat pun dibatasi.

"Bahkan sampai suplai air hujan itupun dibatasi oleh otoritas keamanan Israel meskipun di wilayah kekuasaan mereka. Dengan pasukan mereka melakukan pengecekan suplai air di rumah yang memiliki penampungan air. Jika ada, itu akan dimusnahkan. Juga ada di titik tertentu dimana jika otoritas Palestina membangun semacam embung juga selalu akan dihancurkan," bebernya.

Di Yaman pun, lanjutnya, semua fasilitas penting yang biasa digunakan untuk memberikan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat juga banyak yang sudah tak bisa dipakai lagi.

"Di Pelabuhan Hudaidah, itu alat-alat untuk pengangkutan peti kemas, crane-cranen-nya itu sudah hancur, begitu juga airport, itu pun sangat dibatasi jam terbangnya. Kemudian jalan-jalan utama juga hancur karena bom-bom yang ditembakkan oleh pemberontak maupun koalisi pimpinan Arab Saudi.

[RMOL]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel