Siswi Yang Surati Ahok Jadi Stres, Kenapa?



FM (18), siswi SMA Negeri 3 Lamongan yang menulis surat kepada mantan Gubernur Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), lantaran ijazahnya sempat ditahan pihak sekolah, dilanda stres.


Kakak FM, Rochima (36) mengatakan, perasaan FM tersebut dipicu ramainya perbincangan mengenai sang adik di dunia maya, yang dianggap terlalu menyudutkan.

"Ini adik saya sedang keluar sama temannya, mungkin stres setelah baca banyak komentar yang macam-macam. Masak kita dibilang cari keuntungan lah, ini lah, itu lah, kasihan adik," tutur Rochima saat ditemui wartawan, Selasa (2/1/2018).

Saat Kompas.com dan juga para jurnalis lain berkunjung dan meminta Rochima untuk menghubungi FM, Rochima mengatakan jika adiknya pergi tanpa membawa telepon selular miliknya.

"Ini (handphone) hp-nya ditinggal di rumah, nggak tahu sejak ramai jadi perbincangan, hp-nya sering gak diaktifkan (sambil menunjuk hp milik FM yang tergeletak di meja belajar, yang dalam keadaan terpisah antara baterai dan induknya)," jelasnya.

Bukan hanya telepon selular yang sering tidak diaktifkan. Beberapa akun FM di dunia maya juga mulai diabaikan olehnya.

"Saya sempat lihat dan tanya, kenapa kok gak lagi aktif di media sosial dan instagram? Jawabnya malas baca komentar, karena banyak yang komentar macam-macam," kata Rochima menyepertikan ucapan adiknya.

Saat ditanya apa yang mendasari adiknya menulis surat kepada Ahok? Rochima mengakui, bila FM sudah lama mengidolakan Ahok.

"Yang saya tahu, dia memang nge-fans ama Ahok dari dulu. Bahkan saat tahu Ahok ditahan, FM sering kirim puisi dan dukungan buat Ahok. Jadi bukan menang lomba puisi, tapi memang sering kirim puisi dan dukungan buat Pak Ahok," beber Rochima.

Dengan adanya pemberitaan ini, Rochima berharap, untuk para pembuat komentar supaya lebih arif dan bijaksana dalam memberikan komentar. Karena ia menilai, tidak ada motif aneh-aneh dari adiknya dalam berkirim surat kepada Ahok.

"Di surat yang kemarin itu, di bagian akhir, adik memang sempat menulis tentang ijazahnya. Dan kemudian Pak Ahok memberi balasan itu. Saya juga katakan, sampai saat ini kami juga belum menerima bantuan dana dari Pak Ahok," ucap Rochima.

Meski demikian, pihak keluarga menyatakan terima kasih kepada Ahok beserta staf pribadinya, yang telah memberikan perhatian kepada FM.

Karena pihak SMAN 3 Lamongan, akhirnya mempersilakan FM untuk mengambil ijazahnya, tanpa dipungut biaya sepeser pun alias gratis.

komps

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel