Satgas Pangan Diminta Mengusut Rekayasa Mendag Soal Impor Beras, Ada Apa?



Eksponen Gerakan Mahasiswa 1998, Haris Rusly meminta Satgas Pangan Polri harus mengusut dugaan keterlibatan Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukito yang merupakan kader Partai Nasdem terkait melonjaknya harga beras saat ini.

“Kader Mendag ini dapat diduga membiarkan atau turut merekayasa kenaikan harga beras , agar menjadi alasan untuk impor,” kecam Haris dalam keterangan resmi yang diterima, di Jakarta, Jumat (12/1).

Sikap Mendag yang sedikit-sedikit impor itu, bukti masih kuatnya bandit-bandit kartel impor menari-nari di atas penderitaan petani dan rakyat.

Baca  : Ini Solusi Cerdas Akademisi IPB dan UGM Agar Negara Bisa Urus Beras Jangan Impor


Pasalnya, kata dia, kantong kering menyongsong Pilkada, Pileg dan Pilpres itu pada akhirnya rakyat yang menjadi korban pemerasan itu.

“Sekali lagi, saya minta usut dugaan keterlibatan kader Nasdem, Enggartiasto Lukito ini sebagai Menteri Perdagangan dalam dugaan keterlibatan rekayasa kenaikan harga beras ini,” jelas dia.


Apalagi, dia menambahkan, harga beras ini meroket seiring meroketnya subsidi parpol dan mahar Pilkada.

“Yang terjadi saat ini, rakyat makin melarat, penguasa dan politisi parpol makin sejahtera,” kecamnya.

Belakangan, harga beras jenis medium maupun premium melonjak beberapa hari terakhir. Di Pasar Induk Cipinang saja, harga beras medium tembus Rp12.000/kg, di atas harga eceran tertinggi (HET) Rp 9.450/Kg.


Sedangkan beras premium Rp13.000/kg, naik dari HET Rp12.800/kg. Merespons kondisi ini, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengumumkan impor beras di tahun ini. Beras yang diimpor adalah jenis beras khusus atau beras premium.

“Saya sampaikan tidak mau mengambil risiko kekurangan pasokan. Saya akan mengimpor beras khusus. Beras yang tidak ditanam di dalam negeri,” ujar Enggar.

Daerah Surplus Beras, Kok Pemerintah Malah Impor Beras, Ada Apa?
Terbit di Aktual dengan Judul : Dibalik Kebijakan Impor Beras, Satgas Pangan Harus Mengusut Rekayasa Mendag

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel