Notaris Henny Singgih Mengaku Tidak Kenal Sandiaga Uno



Henny Singgih kini tak lagi aktif menjadi notaris. Kantor notarisnya yang terletak di kawasan elite di Jalan Pakubuwono, Jakarta Selatan, kini diserahkan kepada putrinya, Marcivia Rahmani, yang juga mewarisi profesi ibunya sebagai notaris. Sudah sekitar dua tahun Henny pensiun sebagai notaris.
Nama Henny tersangkut dalam pusaran kasus perseteruan Edward Soeryadjaya dengan Sandiaga Uno berkaitan dengan masalah saham PT Japirex milik Edward yang kemudian “terbang” ke Sandiaga. Pokok persoalannya, Henny-lah yang membuat akta notaris pada 2001 yang mengesahkan terjadinya pengalihan saham tersebut. 
Ditemui Tempo di kantornya beberapa waktu lalu, Henny mengatakan, akibat kasus ini, ia dipanggil polisi untuk dimintai keterangan. Henny menyatakan ia memang membuat dan menandatangani akta itu tanpa kehadiran pihak yang berkepentingan. “Saya tidak kenal mereka,” ujar perempuan yang kini menjabat Komisaris PT Yasa Patria Perkasa tersebut.
Menurut Henny, pada 2001, ia didatangi teman sekolahnya, Effendy Pasaribu, yang memintanya membuat akta notaris. Effendy sendiri melalui rapat umum pemegang saham luar biasa ditetapkan sebagai Direktur PT Japirex. Sebelum didaftarkan ke Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, hasil rapat harus dituangkan dalam dokumen akta notaris.
Saat itu, rapat Japirex menyetujui Sandiaga Uno yang memiliki seribu lembar saham PT Japirex sebagai komisaris utama. Sandiaga sebelumnya menjabat komisaris. Adapun komisaris utama yang lama, John Nainggolan, disetujui mengundurkan diri. Dalam akta disebutkan terjadi peralihan saham kepada Sandiaga Uno.
Nah, di sinilah yang dipersoalkan John. Ia merasa tidak pernah memberi, mengalihkan, atau menjual sahamnya kepada Sandiaga, apalagi saham titipan Edward. Dengan memiliki saham John itu, Sandiaga “naik” menjadi komisaris utama.
John menuduh Sandiaga melakukan penipuan, termasuk menyebut istri John juga hadir saat pengalihan saham itu. “Disebutkan di sana, John dan istrinya bertemu dengan Sandiaga, padahal tidak ada itu,” ucap Arnold Sinaga, yang diberi kuasa hukum John untuk menggugat Sandiaga ke meja hijau.  
Pada 6 Mei silam, John melaporkan Sandiaga dan Andreas ke Kepolisian Daerah Metro Jaya dengan tuduhan melakukan pemalsuan serta penipuan. Atas pengaduan itu, kepolisian sudah meminta keterangan Sandiaga.
Henny menuturkan tidak ada yang salah dengan apa yang ia lakukan. Sebagai notaris, dia membuat akta peralihan saham itu seperti yang diminta Effendi. Berdasarkan akta otentik yang dibuat itu, pihak Sandiaga Uno kemudian mendaftarkan susunan direksi serta komisaris baru ke Kementerian Hukum dan sahlah Sandiaga sebagai pemilik Japirex.
“Jadi saya ini hanya bertemu dengan perwakilan mereka. Saya juga tak kenal Sandiaga, John, dan Edward,” ucap Henny. “Saya mencatatkan hasil perjanjian mereka. Seperti apa perjanjiannya itu, mereka sendiri yang tahu.”
Tempo

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel