"Kesalahan Kecil"



Kehadiran Victoria Beckham di Jakarta tak lama berselang dengan deklarasi koalisi PDI-P, Nasdem dan PKB. Dua peristiwa ini sama-sama menarik perhatian khalayak luas. Kalau Victoria dinanti penggemar, dan para sosialita, maka koalisi itu menarik perhatian para kader dan simpatisan mereka.

Tapi di antara dua peristiwa itu, ada peristiwa lain yang menarik perhatianku. Itulah takkala serombongan anak seragam putih biru itu berjalan beriringan sepulang sekolah di siang yang terik. Di antara mereka menggenggam air es dalam gelas plastik. Sambil menyedot, sepanjang jalan anak-anak itu bercanda. Riuh sekali.

Saya memandang mereka mengingat masa puluhan tahun berselang. Ini masanya segala urusan politik tak pernah membikin pusing, apalagi soal pencapresan dan segala artis mancanegara—takkan membuat mereka sampai histeris—setidaknya dari ukuran saya kala itu.

Ketika seorang anak perempuan diganggu teman prianya, dia berlagak marah. Tapi semua tahu, itu pura-pura saja. Dia malah senang sekali, berharap diganggu lagi. Saya masih memandangi mereka sambil menghayal.

Tiba-tiba, plekkk… Seorang dari anak itu melemparkan gelas plastiknya begitu saja di jalanan. Tak lama temannya menyusul satu per satu. Khalayan saya tentang mereka seolah dihentikan paksa oleh perilaku buang sampah seenaknya itu.

“Kenapa kalian buang sampah di jalanan? Siapa yang kalian harapkan membersihkan sampah-sampah kalian itu?” Mereka saling pandang ketika saya menegurnya. Suara mereka yang tadi riuh, mendadak sepi.
***

Untuk bisa sekedar berfoto dengan Victoria Becham ternyata bukan persoalan gampang. Saat Victoria di sana, hanya undangan khusus yang bisa masuk ke butik di Plaza Indonesia. Dan cuma orang yang membeli koleksi aksesorinya yang boleh berfoto bareng penyanyi yang kini menjadi desainer itu. Anda tahu, harga aksesoris rancangan istri David Becham itu paling murah Rp24 jutaan.

Apa yang salah di sana? Coba Anda jawab sendiri. Yang jelas, uang Rp24 juta itu bagi tetangga saya yang miskin itu setara penghasilannya bertahun-tahun. Tak pernah terbayangkan dalam benaknya, uang yang cuma bisa dikumpulkannya dengan susah payah itu harus digunakan hanya untuk sekedar berfoto dengan seorang cewek bule berumur 40 tahunan. Dan satu lagi, si Victoria itu tiba di Jakarta mengenakan baju berdesain belahan dada yang amat sangat lebar.

Jika pertanyaan yang sama diajukan untuk acara deklarasi PDI-P cs, saya bisa dengan cepat menyebutkannya. Surya Paloh dalam kesempatan berpidato, dia menyebut nama Muhaimin Iskandar sebagai Gus Mus.

Lha, apa urusan Gus Mus, lha wong yang koalisi itu Cak Imin? Yang selama ini menyandang nama Gus Mus itu adalah KH.Mustafa Bisri. Sedangkan Muhaimin Iskandar itu biasa dipanggil dengan nama kecil Cak Imin.

Tapi Muhaimin sendiri saya kira akan memaklumi kesalahan ucap itu, karenanya Surya Paloh juga tidak perlu meminta maaf secara terbuka, apalagi sampai menggelar konferensi pers segala. Dia tak perlu juga buat stop press di MetroTV sekedar meminta maaf atas kesalahan sebut itu apalagi sampai berdera-derai air mata.

Peristiwa salah sebut itu hanya kesalahan kecil, tak lama akan dilupakan orang. Lagian tak juga banyak yang menyimak, mungkin cuma saya dan Muhaimin saja. Oleh karenanya dia tak perlu diambil pusing, diamkan saja.
***

Perilaku anak-anak membuang sampah sembarang itu adalah kebiasaan yang berasal dari anggapan bahwa ia adalah kesalahan kecil yang termaafkan. Dari format berpikir seperti inilah tumpukan sampah di jalanan, parit dan sungat-sungai itu terjelaskan. Seperti halnya persoalan pertanahan, kemacatan lalu lintas, korupsi, dan segala penyakit sosial yang kita derita.

Padahal, prestasi luar biasa Leonel Messi itu cuma bisa dibangun oleh latihan kecil setiap hari, dan bangunan tinggi menjulang itu cuma bisa berdiri karena kesetiaan butiran pasir yang sepakat untuk setia pada mandatnya. Maka energi yang besar sejatinya adalah wujud energi yang dianggap kecil-kecil. Apa jadinya kalau mengabaikan energi kecil adalah hobi, dan menghambur-hamburkan yang besar sudah jadi tabiat.

Penulis : Dr.Dedi Sahputra Pakar Komunikasi disadur dari akun fabebooknya

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel