Cuitan dr. Gia Pratama soal Pasien 'Gila' di Rumah Sakit Jiwa Ini Bikin Heboh




Seorang dokter bernama Gia Pratama mengunggah cuitannya di akun twitternya @GiaPratamaMD. Dalam cuitannya, dokter tersebut menceritakan berbagai pengalaman unik saat menangani pasien gangguan jiwa sebanyak 70 orang yang dikurung dalam jeruji besi. 
Namun, kisah itu tak hanya mendapat komentar positif tetapi juga mendapat banyak kritikan karena dianggap tidak pantas dilakukan oleh dokter.
"Waktu Koass dulu, saya stase di Rumah sakit Jiwa, RSJ itu teman-teman, isi ruang rawatnya orang Gilaaa semua (yaiyalah). Total waktu itu ada 70 org Gila, teman-teman kalau ketemu satu orang gila aja di jalanan, kabur gak? Ini 70." tulis @GiaPratamaMD.
Waktu Koass dulu, saya stase di Rumah sakit Jiwa, RSJ itu temen2, isi ruang rawatnya orang Gilaaa semua (yaiyalah 😁). Total waktu itu ada 70 org Gila, tmn2 klo ketemu satu org gila aja di jalanan, kabur ga? Ini 70. 🤐
Gia juga menegaskan bahwa pasien yang ditemuinya tidak seseram yang ia bayangkan sebelumnya. Menurutnya pasien di rumah sakit jiwa itu "lucu". 
"Setelah masuk, ya ternyata nggak seseram yang saya bayangkan, malah saya bilang, mereka itu lucu-lucuu banget, ada yang muter-muter keliling tiang, ada yang berdiri tegak nggak bergerak sambil naikin tangan kanannya, terus pas ditanya lagi ngapain dia bilang 'lagi jadi lampu dok!'," tulisnya. 
Dokter tersebut juga menceritakan ia menahan tawa ketika mendapatkan pasien baru di rumah sakit tersebut. 
"Saya tanya sambil nunduk 'ya, Pak, ada yang bisa saya bantu?' Dia tatap saya dengan tajam terus teriak 'saya diutus oleh Pencipta Alam Semesta!!' muka saya biru nahan ketawa," katanya. 
Suatu pagi ada pasien Gila baru, dtg ke poli dimana harus diterima oleh koass, saat itu saya yg nerima, pasien ini 'fresh' diambil dari jalanan, laki2 ga pake baju, rambut lengket acak2an, tatapan tajam. Duduk depan saya, kita hanya terpisahkan oleh meja kecil lebar 30 cm.
Saya tanya sambil nunduk "ya, pak, ada yg bisa saya bantu? " dia tatap saya dengan tajam trus teriak "saya diutus oleh Pencipta alam semesta!! " muka saya biru nahan ketawa.
Cuitan dokter tersebut kemudian mendapat tanggapan dari warganet. Ada yang memberikan respons positif ada juga yang negatif.
Misalnya saja Kemal Faza dan Anas Febri yang menganggap cuitan dokter Gia sebagai hal yang biasa. Mereka memberikan semangat kepada dokter Gia untuk melawan stigma negatif terhadap orang gila.
"Semangat dok, kita harus melawan stigma-stigma negatif terhadap orang gila, karena mereka juga manusia yang wajib diperhatikan oleh negara," tulis @kemfazhas dalam komentar cuitan Dokter Gia. 
"I got your point, dok. Justru dari thread dokter ngasih sudut pandang lain, saya ngerasa penderita gangguan jiwa disana itu kadang lebih memanusiakan manusia dari pada orang-orang normal biasanya. Terima kasih telah berbagi kehangatan," tulis @anasfebri.
Ilustrasi dokter (Foto: Pixabay)
Sementara netizen lain menyesalkan cerita yang dibagikan malah menjadikan pasien kesehatan jiwa seperti bahan untuk bercanda. 
"Eh sumpah ini dokter? nggak nyangka sih. Pasti jaman dia kuliah jadi bahan olok-olokan & bullyan, makanya ngelucunya di Twitter. Mana gujar @kemfazhas dais @jabriiki dalam komentar cuitan Dokter Gia. 
"Sebagai seseorang mental illness, sedih rasanya melihat stigmatisasi gangguan jiwa dengan istilah 'gila' masih dilanggengkan dan dijadikan bahan bercandaan oleh seseorang dengan gelar dokter yang (sudah seharusnya) lebih berpengetahuan dibanding masyarakat awam," tulis @prastyphylia. 
Karena banyak yang mengkritik cuitannya mengenai pasien rumah sakit jiwa, Gia langsung meminta maaf kepada netizen agar cuitannya tidak menjadi masalah yang panjang. 
Serem baca2 reply nya. 😐😐😐
Maafin ya klo buat temen2 ga nyaman. Saya ga bermaksud seperti itu. Im really sorry. Im not selling anything, Im not social climber. I dont need fame. Please unfollow saja klo ga suka liat yah.
Bukan baru sekarang nama dr. Gia diperbincangkan publik. Belum lama ini fotonya membantu tetangganya melahirkan di kamar mandi viral. Saat itu kondisi ibu sudah pecah ketuban dan penuh darah. Kepala bayi juga sudah mulai keluar. 
Bayi tersebut lahir dengan selamat, tak lama setelat itu seorang bidan datang untuk membantu proses persalinan.
Beberapa menit kemudian.
Bayi laki2 sehat menangis kencang menyambut udara pertama yang dihirupnya.

Joyfull tears running thru his mother's cheeks.
Bu bidan lalu dtg, kita bagi tugas, bu bidan membantu ibu mengeluarkan plasenta, saya mengurus bayinya.

Saya membersihkan bayi di tempat satu2ya yg tersedia, dapur, di sebelah kompor dan di sebelah wastafel.

And here you go. 3 kilos healthy baby boy. 😊 pic.twitter.com/FOjzA6vodU
View image on Twitter
Mereka berdua langsung berbagi tugas. Gia mendapatkan tugas untuk membersih bayi yang baru lahir tersebut, sedangkan bidan mengurusi tetangganya tersebut. 
Namun, karena lokasi persalinan bukan di rumah sakit, akhirnya Gia harus membersihkan bayi menggunakan tempat yang tersedia di rumah, yakni di dapur. 
Terlihat dalam foto yang dokter Gia unggah, ia membersihkan bayi tersebut di tempat penyucian piring. Ia juga terlihat dikelilingi perabot rumah tangga. Ada parutan, talenan, sabun cuci piring, saringan, panci. 
Bedanya dari unggahannya tentang pasien rumah sakit jiwa, unggahannya ini menuai banyak komentar positif karena Gia dinilai sigap.
kumparan sudah mencoba mengkonfirmasi soal polemik ini melalui pesan di Instagram Gia, namun belum mendapat balasan.
Ktka sedang mmbersihkan bayi trsbt di dapur, saya difoto oleh anaknya yg msh SD itu. Jadilah foto ini, Bayi diantara wastafel, kompor dan panci2. Yg epic, ada Sunlight disana. Klo sunlight tau mungkin saya di endorse, taglinenya. Sunlight, bukan cuma piring, bisa juga Bayi! 😄😆

Kmpran

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel