ANNAS: Syiah Ancaman Negara, Kenapa Pemerintah Diam?



Ancaman ajaran Syiah bukan hanya ancaman merusak akidah umat saja tetapi juga menjadi ancaman terhadap negara. Pasalnya menguasai wilayah di setiap mereka berada adalah rukun iman yang wajib ditunaikan. Sehingga terjadilah gejolak-gejolak di berbagai negara termasuk di Indonesia, seperti yang terjadi di Sampang, Madura.

Ketua Aliansi Nasional Anti Syiah (ANNAS), KH Athian Ali menegaskan, bahayanya Syiah di Indonesia sudah menjadi fakta. Sebab sekali mereka menyatakan revolusi secara terbuka maka akan terjadi pertumpahan darah, Sampang, Madura contohnya. Anehnya menyikapi ancaman negara ini pemerintah Indonesia dan aparat tidak tegas terhadap mereka.

“Ideologi HTI yang menyuarakan sistem khilafah dengan damai saja pemerintah membubarkannya. Tapi ini ada ajaran yang meyakini bahwa menguasai suatu negara di manapun berada adalah wajib tidak ditindak tegas. Saya yakin pemerintah tahu ancaman ini, tapi kenapa masih diam dan toleran,” tanyanya heran.

Athian mengungkapkan, keberadaan ajaran Syiah di manapun pasti akan memunculkan konflik horizontal. Terutama di Indonesia mayoritas beragama Islam. Sebab, ajaran Syiah bertolak belakang dengan Islam. Bahkan, MUI telah menegaskan bahwa Syiah merupakan ajaran sesat. Karena kerap menghina dan merendahkan para sahabat Nabi SAW.

“Saya heran mengapa kala kita marah saat agama kita dihina justru dianggap intoleran oleh pemerintah. Padahal sudah menjadi wajar bagi manusia akan marah bila ajaran yang dianutnya dihina. Sehingga jelas keberaan Syiah di Indonesia akan meminculkan konflik,” tuturnya.

Dia mengatakan ANNAS sendiri bersama Majelis Ulama Indonesia telah berupaya menyampaikan bahayanya Syiah di Indonesia kepada masyarakat dan pemerintah melalui Menkopolhukam. Tetapi tampaknya hingga kini belum ada sikap tegas pemerintah.

Athian berharap peristiwa demonstrasi di Iran menjadi pelajaran bagi Syiah bahwa mereka perlu memperhitungkan hak orang lain. Tidak hanya mengutamakan kepentingan keyakinan mereka sendiri.

“Bahasa saya, silahkan saja mau punya keyakinan sesesat apapun. Tetapi, pikirkan apabila ajaran itu menyakiti agama orang lain. Ya, jangan diungkapkan. Pasti marah bila dipertontonkan agamanya dihinakan,” pungkasnya.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel