Fakta Terbongkar ! Temuan CBA Kenapa Pertumbuhan Ekonomi Daerah Melambat





Center for Budget Analysis (CBA) mengungkapkan, dari 34 Provinsi, hampir secara keseluruhan pendapatan daerah pada semester I Tahun 2017 berada di bawah 50 persen dari target yang telah ditetapkan.


Bahkan lanjut Koordinator Investigasi (CBA), Jajang Nurjaman; ada daerah yang tidak mencapai 20 persen dari target penerimaan.

“Dari 34 Provinsi di Indonesia di semester 1 2017 hampir secara keseluruhan pendapatan daerahnya berada di bawah 50 persen dari target yang ditetapkan,” kata Jajang secara tertulis, Minggu (31/12).

Berikut catatan CBA pendapatan daerah di bawah 50 persen pada semester I 2017.

1. Provinsi Gorontalo menjadi daerah paling kecil realisasi pendapatannya, dari target yang ditetapkan sebesar Rp1.831.692.829.014 baru terealisasi senilai Rp334.460.209.687 atau setara 18 persen dari targetan.

2. Provinsi Lampung target pendapatan sebesar Rp6.723.785.171.614 realisasi senilai Rp2.344.529.836.867 setara 35 persen

3. Provinsi Papua target pendapatan sebesar Rp13.968.876.703.796 realisasi senilai Rp5.066.335.495.786 setara 36 persen

4. Provinsi Papua Barat target pendapatan sebesar Rp6.888.867.177.840 realisasi senilai Rp2.533.461.232.326 setara 37 persen

5. Provinsi Aceh target pendapatan sebesar Rp14.291.939.315.863 realisasi senilai Rp5.271.827.573.550 setara 37 persen

6. Provinsi Maluku Utara target pendapatan sebesar Rp2.864.175.974.702 realisasi senilai Rp 1.154.681.247.157 setara 40 persen

7. Provinsi DKI Jakarta target pendapatan sebesar Rp 62.466.130.203.554 realisasi senilai Rp27.240.701.361.816 setara 44 persen

8. Provinsi Riau target pendapatan sebesar Rp8.859.017.595.981 realisasi senilai Rp 3.866.508.101.304 setara 44 persen

9. Provinsi Jambi target pendapatan sebesar Rp4.163.724.816.402 realisasi senilai Rp1.831.647.989.936 setara 44 persen

10. Provinsi Bengkulu target pendapatan sebesar Rp3.041.325.078.997 Rp1.452.694.608.740 setara 48 persen

11. Provinsi Nusa Tenggara Timur target pendapatan sebesar Rp4.722.736.609.000 realisasi senilai Rp2.281.447.898.764 setara 48 persen

12. Provinsi Sulawesi Tengah target pendapatan sebesar Rp3.579.386.410.150 realisasi senilai Rp1.749.741.419.566 setara 49 persen

13. Provinsi Bali target pendapatan sebesar Rp6.222.703.627.308 realisasi senilai Rp3.050.226.255.749 setara49 persen

14. Provinsi Kalimantan Selatan target pendapatan sebesar Rp5.499.059.991.000 realisasi senilai Rp2.700.728.161.833 setara49 persen

15. Provinsi Sulawesi Tenggara target pendapatan sebesar Rp3.545.198.442.343 realisasi senilai Rp1.747.775.084.369 setara 49 persen.

Menurut Jajang, permasalahan klasik dalam pengelolaan anggaran di pemerintah daerah termasuk Provinsi diantaranya penyusunan anggaran yang sering molor dan tidak realistis.

“Kelemahan dalam penyusunan anggaran menjadi salah satu faktor rendahnya realisasi anggaran pendapatan daerah. Hal ini diperparah Kecenderungan dari Pemerintah daerah yakni lebih mengandalkan bantuan dari pusat (Dana Alokasi Umum dan Dana Alokasi Khusus), dengan begitu kepala daerah tidak perlu berpikir dan bekerja keras guna menggenjot pendapatan asli daerahnya,” pungkas dia.

aktual