Terkait Novel, Perintah Jokowi nampak Tidak Didengar, Wibawa Presiden jadi Taruhannya


JAKARTA (voa-islam.com)- Perintah atau himbauan Joko Widodo selaku Presiden nampaknya dinilai tidak berpengaruh, terlebih saat memberikan pernyataan bahwa kasus penyiraman air keras terhadap penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan.
“Perintah Presiden Jokowi untuk ungkap penyiraman NB ternyata tidak punya arti apa-apa. Padahal beliau bilang dia panglima tertinggi,” tulis politisi senior PBB, MS Ka’ban, di akun Twitter pribadi miliknya, Rabu (1/11/2017).
Padahal menurut Ka’ban, hal semacam itu dapat saja berpengaruh terhadap wibawa Jokowi selaku Presiden RI. “Wibawa jabatan Presiden taruhan untuk ungkap penyiraman NB dengan profesionalisme polis.
Itu tidak sulit, bisa jadi ada pergulatan wilingnesd vs ability.” Namun demikian, Ka’ban mengingatan, waktu untuk mengungkap kasus itu tinggallah sebagai saksi hidup.
“Waktu jua jadi saksi. Ketidakpastian penegakkan hukum dan budaya panen sebelum tanam membuat investor ragu-ragu juga. Statement Presiden yang sering inconsistentl.” (Robi/voa-islam.com)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel