Mahfud MD: Setya Novanto Harus Diganti Malam Ini, Kalau Tidak Runyam!



Hilang dan tak jelasnya keberadaan Ketua DPR RI Setya Novanto memang cukup membingungkan dan membuat geram sejumlah pihak.

Namun, Papa Novanto diyakini tak akan sulit diketahui keberadaannya dan ditangkap.

Berdasar kelakuannya itu, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD menyebut Setnov sebagai Ketua DPR RI paling buruk sejak era reformasi.

Hal itu didasarkan pada aspek hukum yang berlaku di negeri ini.

“Selama era reformasi itu ketua DPR pertama Harmoko, Akbar Tanjung, Agung Laksono, Marzuki Ali, dan sekarang Novanto kira-kira yang terburuk dari kasus kriminal,” tegas Mahfud di Jakarta, Kamis (16/11).

Akibatnya, lembaga legislatif tersebut kemudian menjadi bermasalah dan tak jelas juntrungnya.

Karena itu, pakar hukum tata negara itu menyarankan agar DPR segera bersikap untuk menentukan nasib Setnov selaku ketua DPR dengan melangkahi kewenangan MKD.

Alasannya, Setnov sudah menghilang dan tak diketahui keberadaannya oleh seorang pun.

Kelakuan Setnov itu, kata Mahfud, merupakan pelanggaran hukum dan sudah bukan lagi menjadi ranah MKD sebagai dewan yang berwenang dalam masalah etik.

“Tidak harus MKD. Karena itu kasus tidak hanya pelanggaran etik tapi pelanggaran hukum. MKD urusannya etik,” tegas pria asal Madura itu.

Mahfud menegaskan Setnov telah melakukan pelanggaran hukum dan darurat, sehingga sudah seharusnya DPR menentukan sikap secara institusi untuk menonaktifkan Setnov sampai waktu yang tidak ditentukan.
Sementara, fungsi kelembagaan DPR akan dijalankan oleh pimpinan yang ada.

“Tapi kalau lewat MKD juga bisa sore ini untuk rapat dan memberikan rekomendasi,” katanya.
Lembaga negara, sambungnya, jangan main-main dan omong kosong. Sebab, jabatan ketua DPR itu sangat penting sebagai salah satu lembaga tinggi negara.

“Saya kira DPR harus bersidang untuk menentukan pimpinan baru. Sore ini juga,” tukasnya.

POJOSAT

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel