Ketika Ibu Merasa Sendiri Mendidik Anak, Inilah Yang Harus Anda Lakukan.. :D




Merasa sendiri mendidik anak tanpa kerjasama ayah akan mematikan akal ibu. Perasaan ini akan melemahkan jiwa dan menambah sulit dalam mendidik dan membuat interaksi ayah bunda dan anak semakin rumit. Bisa jadi ayah punya banyak alasan untuk tidak terlibat dalam mendidik anak, terkesan kurang peduli dan dukungan. Bisa juga karena alasan lainnya yang membuat ibu serasa beban sendiri padahal anak adalah anak berdua.


Misalkan karena alasan capek bekerja seharian ayah ingin istirahat bahkan ingin dilayani keperluannya sehingga tidak mau lagi dibebani dengan urusan anak-anak.

Ada juga karena anak-anak memang tidak mau belajar sama ayah karena pendekatan ayah memang kurang, melihat anak2nya tetap memilih ibu sebagai guru menjadi alasan bagi ayah untuk tidak mengambil bagian mendidik.

Bisa jadi ayah tidak mau direpotkan dengan kerewelan anak-anak karena itu akan mengganggu konsentrasi kerjanya bahkan istirahatnya. Apalgi bila dihadapkan pada masalah mendidik yang meminta kurasan pikiran, waktu dan tenaga ayah.

Boleh jadi ayah memang belum memahami akan tanggung jawab Agung ini dan cendrung mengaggap itu tugas ibu saja, nafkah tugas ayah jangan libatkan ayah dalam mendidik karena ayah di kantor juga sudah stress jangan dibebani lagi. Dan banyak lagi alasan lainnya.

Bagaimana seorang ibu jika merasa berat sendiri menanggung pendidikan anak? Maka keluarkanlah sebesar-besarnya motivasi ruhiyyah, motivasi dimana ada sebuah kesadaran berhubungan dengan Allah bahwa anak adalah amanah yang agung, dipertanggungjawabkan dan jalan ke surga 'Adn.

Jadikan pendidikan terbaik yang diberikan pada anak dapat dilihat nyata oleh ayahnya dan dapat dirasakan sehingga ayahpun dapat merasakan kebahagiaan melihat anak2nya yang tangguh.

Jangan merusak keikhlasan walau setitik dengan selalu menekan ayah terlibat dalam pendidikan anak2 bila mana ayah belum memiliki kesadaran sendiri, memaksanya akan membuat suasana tambah tidak nyaman.

Carilah strategi2 cerdas untuk berdiskusi dg ayah tentang pendidikan dan bujukan2 yang menyentuh akal dan rasanya dalam suasana bahagia agar ayah dapat terseret dalam proyek besar mendidik anak yang ibu buat.

Lakukan saja apa yang sudah ibu program untuk anak-anak dan buatkan bagian khusus untuk ayah dimana saat2 ayah memang bisa menyediakan waktu dan kesempatan utk itu. Misal saat shalat di mesjid, saat bisa kuliah subuh, saat bercerita dll.

Seiring dan sejalan dg pendidikan yang bunda realisasikan, jangan segan minta saran dan pendapat pada ayah dengan memposisikannya sebagai pemimpin dalam rumah tangga.

Sejatinya ketangguhan seorang ibu terpancar disaat berhadapan dengan stiuasi seperti ini. Jadilah pribadi tangguh di mata sang ayah.

Sumber  : Fb Yanti Tanjung Pakar Parenting Islam

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel