"Alexis di Tutup, Penyesatan Opini Berkembang"



Ada paradigma yang coba digaungkan oleh oknum-oknum tertentu bahwa apabila sudah membayar pajak untuk usaha maka usaha tersebut tidak akan diganggu. Padahal paradigm yang diciptakan ini akan berakibat tidak baik apabila diterapkan ke para pelaku usaha, khususnya di Jakarta.

Bismillaahirrohmaanirrohiim. Sebelum kita bicara soal penutupan Alexis, saya ingin sampaikan ada sebuah paradigma ‘berbahaya’ baik itu dari kalangan eksekutif dan legistatif baik di Pusat dan Daerah-daerah bahwa pemasukan terutama dari pajak usaha adalah segala-segalanya. Sehingga seakan menutup mata atau tepatnya mengabaikan jika ada praktik usaha terutama hiburan malam yang melanggar hukum.

“Selama pengusaha yang bersangkutan taat bayar pajak dan menambah pendapatan daerah, maka seolah dijamin usahanya akan aman-aman saja. Paradigma seperti ini ‘sangat berbahaya’ dan ini marak terjadi di berbagai daerah terutama di kota-kota besar,” ujar Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD), Fahira Idris, merespon positif ditutupnya hotel Alexis, melalui akun Twittter pribadi miliknya, Kamis (2/11).

Menurut Fahira, hal demikian bisa saja dapat bertolok belakang dengan peraturan yang ada, sekalipun alasannya untuk menghargai yang digeluti oleh pelaku usaha. “Di mana marwah hukum/aturan? Jika hanya karena daerah mendapat pemasukan kemudian praktik-praktik melanggar hukum diberi ruang tolerensi jika hanya karena daerah mendapat pemasukan kemudian praktik-praktik melanggar hukum diberi ruang tolerensi.”

Bisa rusak negeri ini! Untuk kasus Alexis, saya melihat mereka yang tidak setuju termasuk manajemen Alexis menggunakan paradigma ini. Katanya mereka sudah bayar pajak 30 miliar/ tahun. Terus kalau sudah bayar pajak kenapa? Negara ini diatur oleh hukum bukan oleh pemasukan!”

Menurutnya, dugaan praktik pelanggaran hukum yang dilakukan Alexis ini, maaf seperti kentut yang baunya menyesak hidung tetapi bentuknya tidak kasat mata.

“Sudah jadi rahasia umumlah. Pak Ahok juga pernah sebut ada surga di lantai 7 Alexis. Beberapa stasiun TV juga sudah pernah ungkap fakta,” pungkasnya. 

(Voa-i/Ram)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel