Rabu, 11 Juli 2018

Wakapolri Sayangkan Polri Belum Puncaki Survei Kepercayaan Publik

TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Kepala Kepolisian RI Komisaris Jenderal Syafruddin menyayangkan posisi Polri yang hanya berada di peringkat ketiga sebagai institusi yang dipercaya publik.
"Harusnya Polri di puncak, karena tantangan Polri lebih berat dan besar dibanding lembaga lain," kata Syafruddin di Istora Senayan, Jakarta Selatan pada Rabu, 11 Juli 2018.
Berdasarkan hasil survei sejumlah lembaga, tingkat kepercayaan publik terhadap Polri masih di bawah lembaga lain seperti TNI dan KPK. Dalam survei Litbang Kompas terhadap kinerja Polri pada 2017, kepercayaan publik terhadap Polri sebesar 70,2 persen, di bawah TNI dan KPK. Sedangkan menurut hasil survei Poltracking pada 2017, Polri menempati posisi kelima di bawah TNI, Presiden, KPK dan KPU.
Meski begitu, berdasarkan survei Alvara Research Center pada Mei 2018, menunjukkan adanya perbaikan kepercayaan publik terhadap Polri. Lembaga penegak hukum itu menjadi satu dari dua lembaga yang memiliki trend kenaikan tingkat kepuasan publik dalam periode tersebut. Tingkat kepercayaan publik terhadap Polri menurut riset ini mencapai 78,8 persen.
Kepala Kepolisian RI Jenderal Tito Karnavian menyebut tingkat kepercayaan publik terhadap Polri sudah naik tahun ini. Menurut dia, hal tersebut dipengaruhi oleh program Profesional, Modern, dan Terpercaya (Promoter) yang dicanangkannya.
"Survei Litbang Kompas pada Juni 2018 menunjukkan kepercayaan publik terhadap Polri mencapai 82,9 persen. Hasil ini mengindikasikan bahwa ada 82,9 persen Warga Negara Indonesia percaya kepada Polri. Ini tertinggi semenjak era reformasi," kata Tito.