Belum Pernah Kotaku Terkoyak, Kini Robek Tercabik-cabik



JAKARTA – Mantan Menteri BUMN Dahlan tak bisa menyembunyikan kesedihannya saat mengetahui tiga gereja di kampungnya di Surabaya Jawa Timur, diserang jaringan teroris, Minggu (13/5) kemarin.

Tiga gereja yang menjadi sasaran serangan bom bunuh diri itu yakni Gereja Santa Maria Tak Bercela, Ngagel, GKI Diponegoro, dan Gereja Pantekosta Arjuna.

Pelaku bom bunuh diri adalah keluarga Dita Oepriarto, anggota Jemaah Ansorut Daulah (JAD). Ia pernah bergabung dengan ISIS di Suriah sebelum kembali ke Indonesia.


Dita melakuakn serangan bom bunuh diri dengan cara menabrakkan mobil yang dikemudikannya ke Gereja Pantekosta. Namun sebelum melakukan aksinya, Dita terlebih dahulu mengantar istri dan dua anak perempuannya meledakkan diri di Gereja GKI Jalan Diponegoro.

Sedangkan kedua anaknya, Yusuf Fadil (18) dan Firman (16) meledakkan bom di Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela di Jalan Ngagel Madya Utara, Surabaya. Keduanya menggunakan sepeda motor dan menerobos masuk ke Gereja Santa Maria Tak Bercela.

Akibat serangan di tiga gereja itu, sebanyak 10 orang meninggal, termasuk pelaku peledakam bom. Sebanyak 40 orang lainnya harus mendapat perawatan intensif di rumah sakit.

Atas insiden itu, Dahlan Iskan yang rutin menulis setiap hari di laman www.disway.id menyatakan “Tidak Terbit” pada Senin (14/5) hari ini.

Dahlan hanya mengunggah sebuah puisi yang menggambarkan kesedihannya atas ledakan bom di Surabaya. Berikut puisinya:

Terlalu Sedih
Disway hari ini tidak terbit.
Terlalu sedih memikirkannya:
Bom-bom di gereja-gereja.
Di kotaku tersayang: Surabaya.

Terlalu banyak WA dan WeChat yang masuk.
Terlalu banyak foto-foto mengerikan yang harus saya lihat.
Terlalu banyak pertanyaan untuk diri sendiri: mengapa? mengapa? mengapa?

Apa yang salah dengan Islam.
Apa yang salah dengan gereja.
Apa yang salah dengan politik.
Apa yang salah dengan ekonomi.

Begitu mengasyikkannya kah politik?
Semua main di sana.
Keprofesionalannya.
Terlalu sedih.

Belum pernah kotaku terkoyak
Oleh terorisme.
Belum pernah.
Begitu aman.
Begitu damai.
Begitu rukun.
Kini robek tercabik-cabik.

Disway tidak terbit hari ini.
Terlalu sedih.
Yang robek harus dijahit kembali.
Biarpun jsrum harus menusuk jari.

Disway tidak terbit hari ini.
Terlalu sedih.
Pilu.

Dari pedalaman Amerika.
Doa untuk kotaku tersayang.
Beserta seluruh warganya.
Dan terutama para korban
Selalu.




Previous Post
Next Post
Related Posts