Nasib Pilu Ratu Dangdut, Usai Anaknya Dipenjara, Kini Elvy Sukaesih Dituduh Lakukan Penipuan



Cobaan dan ujian seolah terus menerus menimpa keluaraga Ratu Dangdut Elvy Sukaesih.

Setelah ketiga anaknya dan menantunya ditangkap aparat kepolisian, karena tersandung kasus narkotika.
Ketiga anak Elvy, yakni Dhawiya Zaida, Syechans, dan Ali Zaenal Abidin beserta menantunya yang tengah hamil, Chauri Gita, ditangkap di rumah Elvy di kawasan Cawang, Jakarta Timur, Jumat (16/2/2018) sekitar pukul 00.30 WIB.Walaupun begitu, yang ditahan hanyalah Dhawiya Zaida dan sang pacar, 
Muhammmad. Kini, usai sedikit mereda kasus narkoba yang menimpa anak-anaknya, Elvy Sukaesih kembali diterpa kabar tak sedap. Elvy Sukaesih kini diancam dilaporkan ke polisi oleh penyanyi asal Singapura, bernama Mega Makcik.




Lalu, apa sih kasusnya?

Meminta Hak Royalti Karena Sudah Menciptakan Lagu

Elvy Sukaesih dituding telah melakukan penipuan royalti lagu berjudul "Lengket".

"Saya awal ketemu dengan Umi Elvy tahun 2013. Menjanjikan kerja sama, kalau nanti dapat ini (lagu) terjual macam dapat royalti," ujar Mega di Warung Bebek Bejo, Tebet, Jakarta Selatan, Kamis (29/3/2018).

Kala itu, Mega mencipta lagu dangdut Melayu berjudul "Lengket".
Lagu ciptaan Mega berjudul "Lengket" hanya pernah masuk dalam album kompilasi dangdut Elvy.




Berjanji Akan Mengorbitkan Mega
Tak hanya membuat kerja sama menciptkan lagu, Mega juga dijanjikan akan diorbitkan.

Lima tahun lalu label rekaman milik Elvy, EMMI Pro, berjanji akan mengorbitkan Mega Makcik.

Namun selama satu tahun kontrak ia mengaku tak pernah mendapat tawaran kerja.
Lagu tersebut hanya pernah masuk dalam album kompilasi dangdut.
Padahal, Mega berharap bisa memiliki album sendiri.

"Di Singapura di kampung saya banyak yang tanya 'Mana CD Makcik yang bergambar', 'Sabar lah, nanti akan keluar yang bergambar'. Kadang saya malu," ujar Mega.

"Semoga bismilah dikembalikan hak saya. Tak mau cetak album kompilasi, biarkan saya bikin sendiri," tambahnya.

Mega Sudah Mengeluarkan Banyak Uang

Elvy, menurut Mega, mengajaknya terlibat dalam album kompilasi dangdut pada 2014 lalu. Untuk rekaman lagu tersebut Mega mengaku membayar Rp 8 juta.

Kemudian, ia merogoh kocek Rp 3 juta lagi untuk pembuatan video klip.

Selain itu, menurut Mega ia juga kembali mengeluarkan uang Rp 3 juta untuk pencetakan album VCD kompilasi tersebut.

"Udah pernah tayang RBT itu (lagu "Lengket") satu tahun. Di YouTube (video klip) tidak ditayangkan sampai sekarang. Saya juga ada jual ini VCD, tapi tak dapat royalti, tak dapat (royalti) RBT-nya. Walaupun tidak seberapa, tapi bagi saya sangat berharga," ucap Mega.

Jika ditotal, ia mengklaim sudah menghabiskan Rp 60 juta.

Lalu ditambah biaya akomodasinya selama bolak balik Singapura dan Jakarta, Mega merasa kerugiannya mencapai ratusan juta.

Kini, setelah menanti bertahun-tahun Elvy dan EMMI Pro tak kunjung menepati janji, Mega menagih haknya.

"Sabar kan ada batasnya. Udah sekitar lima tahun saya nunggu ini, katanya habis Hari Raya Haji, terus janjinya setelah tahun baru. Saya habis Rp 450 juta biaya saya bolak balik. Sekarang saya cuma meminta hak saya," ujar Mega.




Bolak Balik Singapura-Jakarta Untuk Meminta Hak

"Saya bikin lagu cuma puluhan juta aja, tapi biaya saya bolak balik Singapura. Tinggal di rumah Umi, numpang tidur. Saya cuma meminta keadilan saja, meminta hak saya saja. Tolong kembalikan master video clip saya, 'Lengket'," tambahnya.

"Dulu beberapa tahun yang lalu saya pernah tinggal di rumah Umi Elvy," kata Mega dalam konferensi pers di Warung Bebek Bejo, Tebet, Jakarta Selatan, Kamis (29/3/2018).

Ia mengatakan kali pertama bertemu Elvy pada 2013. Setelah berkenalan, menurut Mega, label rekaman milik Elvy bernama EMMI Pro, berjanji mengorbitkannya sebagai penyanyi.
"Setelah itu, saya silaturahim ke Cawang rumah Umi Elvy. Habis tuh saya kenal sama Ali dan Dhawiya (anak Elvy) kenal lah," ucap Mega.

"Saya bantu dia biayain lampu. Dalam berapa bulan, saya tidur dekat belakang studio. Saya di rumah itu numpang, saya per bulan bayar Rp 1,5 juta. Tapi berapa tahun yang lalu saya numpang di dekat rumah Ummi yang satu lagi," tambahnya.

Walaupun begitu, sambil bolak-balik Jakarta-Singapura, Mega tetap berusaha sabar dan menanti Elvy menepati janjinya.

"Tinggal di rumah Umi, saya sabar. Balik lagi saya ke rumahnya di Cileungsi numpang tidur. Sampai saya jual rumah di Batam buat saya bolak-balik," kata Mega.


Keluarkan Somasi, Jika Tak Ditanggapi Akan Melaporkan Ke Polisi

Gus Bejo menambahkan, pihaknya sudah melayangkan somasi pertama pada 22 Maret 2018 lalu pada Elvy Sukaesih dan sedang menunggu itikad baik sang Ratu Dangdut.

Jika tak ada jawaban, maka Mega Makcik melalui kuasa hukumnya, Gus Bejo, mengancam akan melaporkan Ratu Dangdut Elvy Sukaesih ke polisi.

"Kalau emang penyelesaian tidak terlaksana, kami akan laporkan pihak EMMI Pro dengan dugaan tindak pidana penipuan atas yang terjadi pada klien saya Mega Makcik," ujar Gus Bejo di Warung Bebek Bejo, Tebet, Jakarta Selatan, Kamis (29/3/2018).

Ia mengatakan, sampai saat ini kliennya masih menunggu itikad baik dari Elvy.

Menurut dia, Mega Makcik masih berharap bisa menyelesaikan persoalan mereka di luar jalur hukum, mengingat hubungan baiknya dengan Elvy selama ini.

"Cenderung mau menyelesaikan di luar jalur hukum. Mudah-mudahan ada solusi. Jadi hak klien saya bisa dipenuhi. Kasihan kan beliau bolak balik Singapura-Jakarta hanya dijanji-janji saja dan hak tak pernah diberi," kata Gus Bejo.

Bukti-Bukti Sudah Ada

Namun, apabila persoalan tersebut terpaksa masuk ke ranah hukum, pihak Mega Makcik sudah menyiapkan sejumlah bukti.

"Semua bukti sudah ada, kwitansi dan surat perjanjian yang ditandatangani oleh Umi Elvy. Saksi ada, surat ada, RBT. Saya berharap hak klien saya dipenuhi saja, somasi sudah disampaikan," ujarnya.

Dua Tuntutan Yang Akan Diajukan

Tuntutan yang pertama adalah membagi royati lagu Lengket. "Buat royalti lagu 'Lengket', bagilah saya berapa saja, itu aja," ujar Mega kepada awak media.

Mega Makcik sebelumnya menuduh Elvy dan label rekaman EMMI Pro telah menipunya karena tak membayar royalti dari RBT lagu dangdut Melayu ciptaan Mega berjudul "Lengket".

"Ada buktinya, ada RBT-nya. Sudah pernah tayang RBT itu satu tahun," kata Mega.

Lalu yang kedua, Mega Makcik meminta Elvy mengembalikan master rekaman dan video klip lagu "Lengket" yang pada 2014 lalu yang direkam Mega di bawah label EMMI Pro milik Elvy.

"Saya meminta hak saya saja. Tolong kembalikan master lagu 'Lengket' saya. Tolong kembalikan master video klipnya. Umi baik, semua family baik. Maksud saya saya mau damai, tolong kembalikan hak saya, saya minta keadilan saja," ucap Mega.(*)

Nasib Pilu Ratu Dangdut, Usai Anaknya Dipenjara, Kini Elvy Sukaesih Dituduh Lakukan Penipuan Nasib Pilu Ratu Dangdut, Usai Anaknya Dipenjara, Kini Elvy Sukaesih Dituduh Lakukan Penipuan Reviewed by NgeJossss on Maret 31, 2018 Rating: 5

Terbaru