Mahasiswi Bercadar Menangis dan Mengadu ke Ustaz Abdul Somad


JAKARTA -- Dalam sebuah ceramahnya yang diunggah oleh akun Tafaqquh di Youtube, Ustaz Abdul Somad menceritakan ada mahasiswi UIN Sultan Syarif Kasim Pekanbaru yang menangis kepadanya. Mahasiswi itu mengadukan masalahnya karena dilarang oleh dosen memakai cadar saat belajar di dalam kelas.

"Mahasiswi bercadar diusir dosen, menangis melapor ke saya. Pada saat itu saya punya jabatan sebagai sekretaris Lembaga Penjamin Mutu (LPM)," kata Ustaz Somad yang juga dosen jurusan Hadist di UIN Sultan Syarif Kasim itu dalam sebuah ceramahnya di Youtube tahun lalu.

Ustaz Somad menyarankan agar mahasiswi itu melaporkan masalah ini ke rektor. Jika mahasiswi itu membutuhkan dukungan, Ustaz Somad siap membantunya memberikan dukungan.

"Saya tak mau mengintervensi masalah ini. Lalu, dia lapor ke rektor dan menang. Dia boleh masuk lokal (menggunakan cadar di dalam kelas)," kata Ustaz Somad. 

Dalam sebuah ceramahnya yang lain, ada seorang jamaah yang bertanya ke Ustaz Somad apakah istri-istri Nabi Muhammad SAW memakai cadar. Lalu, Ustaz Somad membacakan sebuah dalil bahwa ada perintah kepada Nabi Muhammad SAW dari Allah SWT. Yaitu, katakan kepada istrimu, kepada anak-anak perempuanmu, dan kepada perempuan beriman. Hendaklah mereka menurunkan kain panjang mereka. 

"Bagaimana caranya, yaitu ditarik kain panjang dan tertutup mata kiri dan mata kanan terbuka kalau mau keluar rumah. Begitu zaman dulu," kata Ustaz Somad. 

Menurut Ustaz Somad, hampir 20 hadis yang menyebutkan wanita pada zaman nabi menutup muka dan yang tampak cuma mata. Atas dasar dalil itulah, Ustaz Somad menyebut bahwa Syekh Abdul Aziz bin Baz (mantan mufti Arab Saudi) menyebut bahwa cadar itu wajib. Namun, Syekh Albani (ulama hadis) mengatakan, ada hadis-hadis lain pada zaman itu yang menunjukkan bahwa ada perempuan yang wajahnya tampak. 

"Maka, saya condong kepada pendapat kedua bahwa cadar itu tak wajib, tapi anjuran," kata Ustaz Abdul Somad. 

Namun, Ustaz Somad menyarankan bagi perempuan yang mau bercadar tidak mengapa, dan yang tidak bercadar juga tidak apa-apa.
Previous Post
Next Post
Related Posts