Felix Siauw Telak Tampar Pemilik Jargon 'Toleransi' Salah Arah



Ustadz Felix Siauw meluruskan makna jargon toleransi yang di belokkan oleh mereka yang mengatakan paling 'Indonesia'. Dalam status Facebooknya, Felix Siaw menyindir yang belum tau siapa yang di sindirnya, tapi paling tidak pandangan ustadz yang muallaf sejak 2002 ini bikin kita kagum, betapa pandangannya soal toleransi memperjelas posisi idealnya umat Islam.

Status ini sampai berita di turunkan, mendapat respon yang luar biasa. di Share sekira 13rb orang dan komentarnya berkembang.

Lihat selengkapnya dari akun facebooknya yang berjudul "Intoleransi Toleransi'



Aturan agamaku haruskan Muslim dipimpin oleh Muslim juga, itu kau tuduh intoleransi, katamu itu tafsir yang salah, sementara kau sendiri berlagak jadi ahli tafsir padahal agamamu bukan agamaku

Giliran engkau merayakan keyakinanmu bahwa Tuhan lahir pada satu hari, kami yang membiarkan engkau merayakan sesukamu, engkau katakan tidak cukup, bagimu toleransi harus ikut-ikutan


Al-Qur'an memberitahu kami pembeda manusia adalah iman, maka yang tidak beriman adalah kafir, sekali lagi itu kau anggap sebagai intoleransi. Kau merasa keberatan atas istilah agama orang

Tak cukup itu, engkau ingin mengobok-obok agama orang lain, mengatur-atur sesukamu, istilah kafir tidak boleh dipakai katamu, kalau sudah begitu baru toleran, engkau selalu mau menang sendiri

Jadi tolerans adalah bila ikut aturanmu, sedangkan bila bertentangan dengan aturanmu maka itu intoleran. Dan sudah pasti akan dilabeli tambahannya, radikal, anti-Pancasila, Anti-NKRI

Bila Muslim yang melakukan itu namanya persekusi, harus ditindak tegas. Bila yang melakukan mereka, itu namanya aksi bela negara, pokoknya kalau sudah pakai nama NKRI, hukum miliknya

Bila Muslim bertahan pada aturan agamanya maka itu intoleransi, tapi bila mereka seenaknya menentukan aturan, itu dianggap melindungi keberagaman, yang penting teriak dulu NKRI harga mati

Begitu jadinya, protes atas kaum Nabi Luth, juga masuk intoleransi. Toleransi adalah bila engkau mau meninggalkan syariah Islam, meninggalkan keyakinan sebagai seorang Muslim

Lha, bila itu semua diikuti, so pasti tak ada lagi bedanya kita dengan yang bukan Muslim. Kalau begitu untuk apa kita bersyahadat? Itu sebenarnya yang mereka inginkan, negara tanpa agama